Misteri Dibalik Air Panas Lejja Soppeng

| 31 Maret 2017 | 21.45 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:



Suana air kolam panas di Permandian Alam Lejja Soppeng.(foto:Hasnawati)
BONEPOS, SOPPENG - Soppeng merupakan salah satu daerah bugis yang berpenduduk kurang lebih 250.000 jiwa ini memiliki keunikan, salah satu diantaranya yaitu banyaknya kelelawar yang bergelantungan di pohon layaknya buah.

"Uniknya lagi kelelawar ini hanya ada pada pohon yang ada di Kota Soppeng bukan di pelosok desa,"Demikian ditegaskan oleh Sedir Alif, di temui media di depan rumah Galungkalungnge Soppeng, Jumat 31 Maret 2017.

Selain kelelawar, alumni SMP 3 Panincong Marioriawa ini menyebutkan, ada juga tempat wisata air panas Lejja. Di lokasi ini ada permandian air panas  mengandung belerang dan memiliki suhu sekitar 65 derajat Celcius dan kandungan Sulfur 1,5 persen yang berkhasiat menyembuhkan penyakit rematik dan gatal-gatal.

Ditempat yang sama, Desi Ratnasari menuturkan bahwa, mata air Lejja  mengalir secara alami dari dalam akar batang pohon yang tumbuh di atas.  Lebih unik lagi tak jauh dari sumber mata air, terdapat sumur yang dinamai sumur jodoh.

"Jika ingin mencapainya kita butuh perjuangan yakni harus melewati 1000 tangga agar dapat sampai ke sumur jodoh tersebut. Para muda-mudi yang berkunjung di tempat wisata alam ini tak ketinggalan datang bersama pasangannya ke sumur jodoh,"ujarnya.

Akan tetapi, lanjut dia, beberapa masyarakat Soppeng yang masih percaya akan mitos, sering sekali berkunjung ke Lejja hanya untuk menjadikan pepohonan dan sumur yang berada disekitar permandian sebagai tempat untuk melakukan niat, seperti, meminta jodoh.

"Mereka ini menggantung plastik atau kaleng di pepohonan untuk dijadikan simbol pengharapan agar niatnya terkabul serta menghampiri sumur jodoh dan jika niatnya tersebut terkabul, maka mereka akan kembali untuk melepaskan plastik atau kaleng tadi dan kembali ke sumur jodoh tersebut,"pungkasnya.

Laporan : Hasnawati, Mahasiswa KPI FDK UIN Alauddin Makassar


EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI