OPINI : Kesadaran Berolahraga dan Menjaga Kesehatan untuk Bone Sehat

- Minggu, Maret 12, 2017
advertise pemkab bone



BONEPOS.COM - Zaman modern ini padatnya aktifitas menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan dan enggan berolahraga dan hanya berfikir untuk beristirahat maksimal setelah beraktivitas seharian.

Biasanya kita beralasan kalau kita tidak punya waktu, sudah lelah bekerja, tidak biasa berolahraga, dan sebagainya. Padahal sebenarnya 30 menit saja meluangkan waktu untuk berolahraga, hal tersebut sudah berkontribusi besar bagi kesehatan tubuh kita.

Perlu disadari bersama bahwa derajat kesehatan bukan hanya dilihat dari segi beraktifitas normal sehari hari. Kegiatan sehari-hari manusia mengalami keadaan istirahat dan bergerak, maka sehat pun dapat dibedakan antara sehat dalam keadaan istirahat (sehat statis) dan sehat dalam keadaan bergerak (sehat dinamis).

Sehat dinamis bisa didapatkan jika ada kemauan untuk menggerakan tubuh kita sendiri, khususnya melalui olahraga kesehatan. Analoginya seperti ini, siapa yang minum dialah yang tidak haus. Siapa yang makan dialah yang kenyang. Siapa yang berolahraga dialah yang sehat. Pilihan ada diri kita sendiri, ingin sehat statis saja atau sehat dinamis.

Olahraga kesehatan itu adalah olahraga yang gerakannya bisa dilakukan oleh semua masyarakat tanpa adanya pembelajaran khusus terlebih dahulu. Kemudian Sehat menurut WHO yaitu keadaan sempurna, World Health Organization menjelaskan bahwa sehat sebagai keadaan sehat sejahtera fisik, mental, sosial, dan bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

Menikmati makan,  minum, tidur, bergerak, bekerja, dan berpikir. Untuk menikmati kenikmatan dimaksud kita disarankan senantiasa untuk menjaga dan meningkatkan melalui berbagai cara seperti selalu berpikir positif, pola makan yang baik, istirahat yang cukup dan tentunya olahraga.

Departemen kesehatan dengan bersumber pada organisasi kesehatan dunia (WHO) menurut Prof H.Y.S Santosa Giriwijoyo, cukup dalam waktu (10-30 menit tanpa henti) dan intensitasnya.

Intensitas bisa dikatakan sebagai dosis atau berat ringannya suatu aktifitas, indikatornya adalah cepat tidaknya muncul kelelahan. Sejalan dengan  Cooper 1994, intensitas olahraga kesehatan yang cukup yaitu apabila denyut nadi latihan mencapai 65%-80% dari DNM (denyut nadi maksimal yang dihitung menggunakan rumus 220 – usia ) sesuai usia.

Olahraga sangat penting untuk kesehatan tubuh, ada banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan melakukannya secara rutin dan teratur. Bentuk olahraga yang sesuai dan memenuhi kriteria olahraga kesehatan diantaranya adalah senam aerobik, gerak jalan santai dan lain-lain. Intinya bahwa olahraga tersebut bisa dilaksanakan secara masal, disamping itu ada juga jalan cepat dan jogging yang bisa dikatakan sebagai olahraga kesehatan.

Berolahraga juga mampu memperlancar peredaran darah dan membakar timbunan lemak dalam tubuh, yang tentunya dapat mengurangi resiko penyakit berbahaya seperti jantung, hipertensi, dan stroke. Diabetes, osteoporosis atau pelapukan tulang juga dapat diminimalisir dengan olahraga. Penyakit ringan seperti flu dan batuk dapat dicegah karena imunitas tubuh yang meningkat.

Dalam konsep olahraga kesehatan selain dari aspek fisik, di dalamnya ada aspek sosial yaitu massal. Artinya bahwa olahraga kesehatan dilakukan dengan banyak orang secara bersama-sama yang bermanfaat sebagai ajang silaturahmi, menurunkan stres menjalani hidup yang berdampak pada keimanan kita, dan menjalin komunikasi sosial.

Seiring berkembangnya zaman juga telah banyak tempat, fasilitas umum  dan juga alat-alat olahraga yang dapat kita manfaatkan salah satu contoh  umumnya masyarakat Indonesia. Khususnya daerah Bone masih kurangnya kesadaran sebagian masyarakat tentang pentingnya akan berolahraga, padahal pemerintah telah memfasilitasi tempat umum seperti dibuatnya Stadion Lapatau guna untuk berolahraga secara massal.

Salah satu contoh olahraga masal yaitu senam aerobik dimana dalam melakukan gerakan senam aerobik harus memperhatikan dan langsung meniru gerakan yang dilakukan oleh instruktur yang berubah tanpa pola gerakan yang tetap sehingga gerakannya bisa secara bertahap dihafal oleh masyarakat.

Jika pola gerakannya sudah dihafalkan oleh masyarakat yang mengikuti senam aerobik maka rangsangan pada otak untuk berpikir. Dalam segi rangsangannya lebih baik pola gerakannya tidak tetap dibandingkan dengan pola gerakan yang tetap karena pola gerakan tidak tetap akan meningkatkan proses berpikir dan akan meningkatkan kecerdasan.

Bagi para lansia akan mencegah atau mengurangi terjadinya kepikunan. Oleh karena itu, biasanya senam aerobik tidak memiliki pola gerakan yang tetap tiap sesinya, selain itu juga iringan musik yang memberi semangat dan berenergik untuk berolahraga.

Marilah berolahraga karena Olahraga kesehatan melatih dan memelihara organ tubuh untuk dapat berfungsi secara normal dalam keadaan bergerak (sehat dinamis), karena bisa dikatakan bahwa orang yang memiliki sehat dinamis sudah pasti memiliki sehat statis, tapi belum tentu orang yang memiliki sehat statis memiliki sehat dinamis, dengan begitu maka organ tubuh akan normal dalam keadaan istirahat (sehat statis). Sekarang 2017 Ayo berolahraga untuk Bone yang lebih sehat.

Penulis adalah anak muda kelahiran Bone dan tercatat sebagai Mahasiswa Pascasarjana UNM Makassar Konsentrasi Olahraga (Pendidikan jasmani kesehatan dan rekreasi/penjaskesrek) tahap akhir.

Juga tercatat sebagai wasit/Juri Nasional Institut Karate-Do Nasional
dan aktif dalam komunitas Phinisi Sport Makassar


EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta