Luthfi: Banyak Daerah yang Masih Rekrut Tenaga Honorer

- Selasa, April 25, 2017
advertise pemkab bone



BONEPOS, MAKASSAR - Kondisi Aparatur Sipil Negara ( ASN) di berbagai daerah selalu saja diliputi persoalan. Belum usai kisruh pengangkatan para tenaga honorer, beberapa daerah di Sulawesi Selatan justru melakukan rekrutmen pegawai tidak tetap. Meski dilarang oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB), pemerintah daerah Luwuk Utara dan Luwuk Timur justru bergeming.

Anggota Komisi II Luthfi A Mutty yang tengah melakukan kunjungan ke Dapilnya Sulawesi Selatan III menuturkan, praktik ini hampir terjadi di dapilnya. Larangan oleh Kementerian PAN RB tidak diindahkan oleh Pemda Luwuk Utara dan Luwuk Timur.

“Saya temukan ada pengangkatan honorer untuk pamong praja. Harusnya tidak boleh karena dilarang oleh Kementerian PAN RB,” ujar  Luthfi, Selasa 25 April 2017.

Moratorium rekrutmen tenaga pegawai untuk kantor-kantor pemerintahan dilakukan untuk mengantisipasi fiscal imbalance. Luthfi menjelaskan, pengeluaran negara untuk belanja pegawai sudah terlalu besar dan membebani APBN. Menyeimbangkan fiskal, baik bagi daerah maupaun pusat, menjadi pilihan untuk menggenjot pembangunan yang merata dan berkelanjutan.

Masih di Luwuk Timur, Luthfi juga menemukan para PNS yang terlantar imbas dari penghapusan Dinas Pertambangan di daerah. Pasca mengalihan kewenangan penerbitan izin tambang dari kabupaten ke provinsi, para pegawai Dinas Pertambangan Luwuk Timur tidak mendapat pekerjaan seperti biasanya. Yang lebih parah, hasil pantauan Luthfi gaji para PNS tersebut tertahan beberapa bulan.

“Ada dari mereka belum digaji sampai lima bulan. Ini miris," ungkapnya.

Semua persoalan ASN yang berhasil ia temukan, menurut Luthfi, harus menjadi catatan Kementerian PAN RB dan Kemendagri. Ia meyakini persoalan serupa terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

“Kadang kala aturan dari pusat tidak melihat realita di daerah, untuk itu mohon diperhatikan soal ini karena sangkutannya dengan hidup orang,” pungkasnya.


EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta