Pesona Hutan Mangrove Tongke-Tongke Sinjai

- Selasa, April 04, 2017
advertise pemkab bone



BONEPOS, SINJAI - Tongke-Tongke sudah begitu membumi di dunia maya, hampir setiap hari ada saja yang posting hasil ceklik-nya di media sosial. Suatu kebetulan yang disengaja, saya pun sempat menyambanginya.

Berjarak sekitar 5 kilometer dari kota Sinjai, menyusuri jalan hotmix yang mulus untuk sampai di wilayah pesisir pantai ini, melewati perkampungan khás nelayan dengan jejeranberbagai jenis perahu bersandar di pelabuhan.

Lapangan parkir roda empat tersedia cukup luas dan dikelola secara swadaya oleh masyarakat, tarif parkir Rp. 5000. Parkir roda dua tersedia di bawah atap meskipun kapasitasnya terbatas. Tidak ada biaya tambahan lainnya untuk memasuki hutan di tepi pantai tersebut.

Hamparan hutan mangrove seluas ratusan hektare langsung tersaji dan dapat dinikmati sejuknya, melalui jembatan kokoh dari kayu ulin, membentuk lorong-lorong panjang yang saling terhubung satu sama lain.

Kesejukan dan kesegaran akan bertambah ketika tiba di ujung jembatan ditepian pantai, lalu berbaliklah menikmati hamparan hutan hijau di sepanjang pantai, sejauh mata memandang.

Jika ingin menikmatinya lebih jauh, tersedia perahu nelayan yang akan mengantar memasuki selah-selah hutan melalui sungai-sungai kecil yang teratur. Beberapa Cafe terapung tidak sekedar mampu menghilangkan rasa lapar dan dahaga, tapi tambahan ayunan cafe seirama hempasan gelombang sambil memandang birunya laut yang tak berbatas, indahnya gugusan Pulau Sembilan, dan hijaunya hamparan mangrove.

Memandang indahnya panorama tersebut secara bergantian bisa membuat lamanya waktu terlupakan. Pondok Informasi akan memberi tahu bagaimana manfaat mangrove dan tumbuhan pesisir lainnya terhadap biota laut dan kehidupan manusia.

Sayangnya Informasi singkat mengenai Luas, peta dan sekilas keberadaan hutan mangrove tersebut belum tersedia. Diperlukan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk mewujudkan hutan mangrove ini, tentu perlu usaha yang lebih berat untuk menjaga kelestariannya.

Untuk itu, jadilah pengunjung yang bijak dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Tongke-Tongke kini menjadi salah satu tujuan wisata favorite, ratusan warga dari wilayah sekitar (Bone, Sinjai, Bulukumba) menghabiskan akhir pekan atau hari libur lainnya di tempat ini.

Hutan Mangrove akan menjadi warisan yang sangat berharga buat anak cucu kita kelak. Hutan Mangrove Untuk Masa Depan Indonesia. Tongke-Tongke dikala senja menjelang, 1 April 2017

Laporan: Syahrul Basri

EDITOR : JUMARDI

COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta