Simpang Siur Jas Almamater KKN, Ketua BEM STIH Pengayoman Angkat Bicara

- Minggu, April 02, 2017
advertise pemkab bone



BONEPOS, BONE - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIH Pengayoman Watampone Zulfadhli, angkat bicara terkait simpang siur Jas Almamater.

Pasalnya, dari ratusan mahasiswa angkatan 2013 yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tersebar dibeberapa Kecamatan di Kabupaten Bone, hingga dua minggu sejak dikeluarkannya melakukan pengabdian di Masyarakat belum mendapatkan jas almamter sebagai simbol dan indentitas kampus tersebut.

Kata Zulfadhli, beberapa mahasiswa pun merasa kebingungan, meskipun telah diberi pengumuman akan keterlambatan jas almamater dari pihak kampus, jikalau jas almamater tidak rampung dalam kurung waktu yang ditentukan, kenapa mahasiswa mesti dikeluarkan kkn.

Eronisnya, kampus menyediakan alternatif lain untuk menggantikan almamater dengan dibekali baju kaos KKN untuk sementara. Namun kata Zulfadhli, pada kegiatan formal tidaklah etis jika memakai baju kaos, gawatnya masing-masing posko yang ada di Desa sudah melaksanakan Seminar Program Kerja.

"Sebagai pengurus BEM STIH Pengayoman Watampone dalam fungsinya menampung aspirasi mahasiswa meminta kepada ketua yayasan agar jas almamater segera dibagikan, agar mahasiswa bangga yang dengan mengenakan jas almamaternya,” tegas Zulfadhli kepada Bonepos.com, Minggu 2 April 2017.

Lebih jauh, Mahasiswa fakuktas Hukum yang saat ini juga keluar melakukan KKN mengatakan bahwa, untungnya dirinya bersama mahasiswa lainnya masih mampu mejaga nilai baik mahasiswa sebagai moral of force, dengan meminjam almamater KKN milik senior yang telah melalui tahap KKN.


EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta