24 Sekolah Binaan USAID Prioritas di Tator Dijadikan Sekolah Model

| 28 Mei 2017 | 19.47 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
BONEPOS.COM, TATOR - Sedikitnya 24 sekolah binaan atau mitra USAID PRIORITAS di Kabupaten Tana Toraja (Tator) dijadikan sekolah referensi atau model bagi sekolah-sekolah yang ada di kabupaten dengan julukan kota Pariwisata itu.

"Kami akan menjadikan 24 sekolah mitra USAID PRIORITAS tersebut untuk mengembangkan sekolah model lainnya di Tana Toraja dan memanfaatkan seluruh fasilitator yang telah dilatih oleh USAID PRIORITAS  untuk pengembangan pendidikan di Tana Toraja," Kepala Bappeda Tana Toraja Dr. Yunus Sirante.

Yunus menyebutkan, sekolah tersebut terdiri dari 8 sekolah SMP/MTs dan 16 Sekolah SD/MI, yang kurang lebih selama  4 tahun mendapatkan binaan dari USAID PRIORITAS dalam bidang pembelajaran, manajemen sekolah, peningkatan partisipasi masyarakat dan budaya baca.

"Karena pembinaan tersebut, beberapa sekolah juga telah menunjukkan inovasi-inovasi yang cukup signifikan, seperti SDN 102 Makale 5, SMPN 5 Makale dan lain-lain," ujarnya.

Yunus mencontohkan, dalam Budaya Baca, SDN 102 Makale 5 telah mengembangkan berbagai praktik yang baik. Seperti membaca 15 menit sebelum pembelajaran, menguji secara rutin kemampuan membaca siswa dengan metode inovasi mereka sendiri, menambah koleksi buku dengan melibatkan peran serta masyarakat, dan lain-lain.

"Salah satu bentuk inovasi pengumpulan koleksi buku dengan melibatkan masyarakat adalah kesepakatan orang tua siswa untuk memberikan buku pada anaknya  yang menjadi siswa di sekolah tersebut ketika mereka berulang tahun," ungkapnya.

Dengan cara ini lanjut Yunus, koleksi buku di sekolah makin bertambah dan minat membaca siswa tetap terjaga. Dalam bidang pembelajaran, siswa juga telah menunjukkan peningkatan sikap positif terhadap pembelajaran, terbukti dengan banyaknya pajangan dalam kelas.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Sekolah SDN 102 Makale 5, Ibu Ema Lapu. Dimana menurut dia pihaknya mendorong sekolah ini untuk secara aktif menggunakan pembelajaran Kontekstual. Karena pembelajaran ini, guru-guru di sekolah tersebut aktif menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar dan tidak melulu bersumber pada buku paket.

Sementara itu, Koordinator Daerah USAID PRIORITAS, Bahar pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa penunjukkan ini merupakan tantangan tersendiri bagi sekolah-sekolah yang selama ini menjadi binaan USAID PRIORITAS.

"Mereka harus menunjukkan konsistensi menerapkan apa yang telah dilatihkan dan mengembangkan diri secara kreatif. Modul yang ada hanya acuan, masih dibutuhkan bacaan-bacaan lain yang harus dibaca para guru untuk memperkuat dasar-dasar yang sudah ditanamkan sesuai modul," ujarnya.

PEWARTA : ANDI INDRA
EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI