Mahasiswa Kecam Tindakan Ketua Yayasan dan Rektor UPRI Makassar

- Rabu, Mei 31, 2017
advertise pemkab bone

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Mahasiswa fakultas tekhnik UPRI Makassar, Sulawesi Selatan, Zulfikar, mengecam tindakan Ketua Yayasan yang di anggap serakah dan Rektor UPRI Makassar yang di anggap bodoh.

Hal itu setelah terjadi Insiden memalukan yang dilakukan oleh Ketua Yayasan dan Rektor UPRI Makassar bersama Puluhan Kepolisian dan Puluhan Preman Menggembok atau Blockade semua ruangan Fakultas Teknik UPRI Makassar yang disaksikan oleh seluruh mahasiswa UPRI Makassar, Rabu 31 Mei 2017 sekitar pukul 01.30 WITA.

Pasalnya, kampus UPRI Antang yang terlihat sepi karena mahasiswa banyak yang menyambut bulan puasa bersama keluarga nya dikampung, tiba-tiba di ramaikan dengan insiden yang memalukan.

Dia menilai kepentingan menguasai Fakuktas sangat politis tanpa memikirkan mahasiswa yang sedang  menjalani Semester Pendek, atau Kuliah, Ibu rektor UPRI Makassar tidak mencerminkan sebagai Rektor harusnya mencari win-win solusion dan mencairkan komunikasinya dengan para pejabat di Fakultas Teknik, khususnya Dekan Fakultas Teknik dan Wakil Dekan III Fakultas Teknik yang menangani bidang  Kemahasiswaan.

"Ibu Halija Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Karya Dharma Pusat Makassar dianggap sebagai Ketua Yayasan yang serakah karena selama menjabat sebagai Ketua Yayasan tidak ada pembagunan di kampus UPRI hanya ingin menjadikan kampus sebagai milik keluarga dan berupaya merekrut keluarga untuk masuk dalam struktural pejabat dan mengeluarkan sebagian Alumni yang sudah puluhan tahun mengabdi di kampus kuning tersebut dan Fakultas Teknik yang dikorbankan terkait kebijakan tersebut,"ungkap Zulfikar.

Sebagian Mahasiwa Teknik UPRI beranggapan bahwa sepertinya keduanya tidak dalam keadaan berpuasa padahal keduanya berhijab muslimah, kalaupun katanya berpuasa pasti sudah makruh karena tindakan yang dilakukan ketua yayasan dan rektor UPRI Makassar Tidak mencerminkan Orang Berpuasa di bulan  Suci Ramadhan.

Sementara itu, Batara sekaligus jendral lapangan mengatakan bahwa dirinya selaku mahasiswa Teknik tidak menerima perlakuan Ketua Yayasan dan Rektor UPRI Makassar karena hal tersebut mengorbankan Mahasiswa, dan dirinya juga berharap kepada Koordinator Kopertis Wilayah IX dan Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti) jangan hanya diam melihat konflik yang terjadi dikampus UPRI Malassar.

"Kami mahasiswa teknik sampai kapanpun tidak akan menerima tindakan memalukan yang dilakukan Ketua Yayasan dan Rektor UPRI Makassar, karena ini sangat mengorbankan Mahasiswa teknik UPRI Makassar, dan ibu Kordinator Kopertis Wilayah IX di Makassar, dan Dikti jangan Hanya diam Melihat Konflik yang terjadi dikampus kami UPRI Makassar, dan Ibu Kordinator harus Mempertanggung Jawabkan Rektornya direkomendasikannya di Kampus UPRI Makassar oleh Kopertis Wilayah IX," Tegasnya.


PEWARTA : IWAN TARUNA
EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta