Penyandang Disabilitas Ditelantarkan di Sinjai, Ketua PPDI Sulsel Berang

- Minggu, Mei 07, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS, SINJAI - Terkait adanya salah seorang penyandang disabilitas bernama Heriyanto (49) warga jalan Gunung Krakatau Kelurahan Lappa Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai Sulawesi selatan yang diduga tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat akhirnya mendapat tanggapan keras dari Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Sulsel.

Bambang Permadi yang dikonfirmasi bonepos.com menyesalkan adanya pembiaran pemerintah terhadap penyandang disabilitas Heriyanto yang selama ini terpaksa tidak memiliki tempat tinggal yang menetap, lantaran kondisi rumah yang saat ini ditempatinya sudah tidak layak huni.

Bambang menilai bahwa kinerja Dinas Sosial sinjai dan perangkat kelurahan serta kepala RT dan kepala RW tidaklah bekerja dengan maksimal dan terkesan buruk, sehingga salah satu warga penyandang disabilitas bernama Heriyanto tidak terdata dan terkesan ditelantarkan.

"Pemerintah sepertinya tertidur, saya sangat menyesalkan adanya seorang penyandang disabilitas yang tinggal ditengah kota sinjai namun tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, ini merupakan tanggung jawab dinas sosial sinjai," ungkap Bambang.

[next]Lebih jauh kata Bambang, instansi Dinas Sosial tidak bersinergi dengan perangkat kelurahan sehingga ketua RT dan ketua RW tidak mendata dan tidak melaporkan kondisi Heriyanto salah satu penyandang disabilitas yang memiliki tempat tinggal sudah tidak layak huni.

"Ini sudah masuk salah satu bentuk pembiaran serta diskriminasi, dan patut diketahui bahwa diskriminasi terhadap penyandang disabilitas merupakan tindakan melanggar hukum," Tegas Bambang.

Sementara itu, Kepala kantor kelurahan Balangnipa, Ashar yang dihubungi bonepos.com tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut meski telefon seluler miliknya dalam kondisi aktif namun tidak diangkat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kondisi rumah Heriyanto yang semakin memprihatinkan itu, hingga saat ini diduga belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat, kondisi atap yang terbuat dari daun kelapa sudah banyak yang bolong bahkan dinding rumah serta beberapa perabot didalam rumah Heriyanto  sudah  banyak yang lapuk dan rusak akibat seringkali terkena curah hujan.

Kepada bonepos.com, Heriyanto menjelaskan bahwa dirinya merasa sedih dan kecewa terhadap instansi terkait. Sebab, menurutnya selama dirinya tinggal dirumah itu, ia tidak pernah sama sekali dikunjungi oleh pemerintah setempat, bahkan lebih parahnya lagi, Heriyanto tidaklah terdaftar sebagai penerima bantuan Rastra.

"Saat ini saya tidak punya tempat tinggal menetap pak, atap rumah yang bolong dan dinding serta perabotan rumah sudah banyak yang lapuk dan rusak akibat seringkali terkena air hujan pak, sejak saya tinggal disini, saya belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah setempat, bahkan dalam kondisi seperti ini saya tidak tercatat oleh pemerintah setempat sebagai penerima Rastra, padahal dugaan saya bahwa kemungkinan ada warga yang lebih mapan dari kondisi saya tapi tetap mendapat bantuan dan perhatian dari pemerintah," Keluh Heriyanto.

Kepala kantor kelurahan Balangnipa, Ashar yang dihubungi bonepos.com tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut meski telefon seluler miliknya dalam kondisi aktif namun yang bersangkutan tidak mengangkatnya.

PEWARTA : SUPARMAN WARIUM
EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Meikarta