OPINI : Media Sosial di Ramadhan 1438H, antara Ibadah, Dakwah atau Riya

| 2 Juni 2017 | 16.05 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:


BONEPOS.COM - Kesejukan Ramadhan 1438 H menjadi upaya untuk semua umat muslim di dunia memaksimalkan ibadahnya, berharap lipat ganda pahala dan pengampunan. Saling mengajak untuk memaksimalkan ibadah menjadi pandangan yang sangat aktif dilakukan di bulan penuh berkah ini.

Seperti lasimnya Ramadhan, akan banyak ibadah dan dakwah, ceramah tarwih, ceramah subuh, ceramah buka puasa dan banyak kesempatan lainnya. Media sosial juga menjadi wadah yang tidak luput dari aktif penggunanya dalam ramadhan ini, menjadi pengisi waktu untuk pengantar puasa, saling memberi informasi suasana dan aktivitas islami ramadhan dan juga menampilkan “quote” dakwah untuk kekinian.

Merujuk survei Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan survei “We Are Digital” tahun 2016 yang merata-ratakan pengguna Internet di Indonesia menggunakan waktunya lebih dari 2 jam dan 40 menit per hari, maka di bulan Ramadhan ini perkiraanya akan meningkat lebih dari itu.

Penggunan media sosial juga dari tahun ke tahun semakin meningkat dalam penggunaanya, maka proyeksi untuk pengguna media sosial di Bulan Ramadhan tahun ini juga bisa diperkirakan meningkat. Ketegangan bangsa ini efek aktifnya sahut sahutan di media sosial menyikapi proses demokrasi juga menjadi faktor aktifnya penggunaan media sosial di bulan penuh berkah tahun ini.

Upaya untuk menetralisir suasana dengan berkah Ramadhan menjadi kesempatan yang sangat berharga. Ramadhan yang dalam kesehariannya banyak dimanfaatkan untuk panen ibadah menjadi suasana yang hampir tidak pernah putus dalam status media sosial, time line dan lainnya.

Mulai dari waktu sahur, imsak, sholat subuh, suasana puasa sebelum sholat dhuhur, sebelum sholat ashar dan keseruan menanti adzan magrib menjadi waktu yang paling ditunggu untuk berbuka puasa. Berbondong sholat tarwih, shalat witir, shalat malam, sampai kembali menanti sahur.

Mengabadikan semua momen di atas adalah keseruan tersendiri apalagi kesempatan saling menyapa semakin aktif. Memanfaatkan waktu ibadah sekalian mendakwah dan atau saling mengajak untuk bisa sama memanen pahala dalam memanfaatkan Ramadhan.

Menulis status dalam kalimat tersendiri, menampilkan foto suasana Ramadhan sambil melampirkan status yang menyertainya atau share apa yang dianggap menarik untuk bisa memanfaatkan berkah Ramadhan. Berdakwah dengan media sosial menjadi pilihan yang intens dilakukan di Ramadhan kali ini, dengan menyandingkan banyak keutamaannya dalam beberapa ayat yang dijadikan dasar untuk itu.

Al Imran (3:104), Al Imran (3:110), Al Nahl (16:125), Al Qashash (28:87), Al Qashash (28:56) dan banyak lagi penguatan dalam ayat atau bahkan hadis lainnya. Berharap panen ibadah ini dimanfatkan maksimal termasuk kerumunan mata yang melototi smartphone masing-masing dengan banyak aplikasi media sosial aktif didalamnya.

Media sosial dengan dakwah versi kata dan kalimat, gambar atau meme, video mapupun live streaming menjadi pemanfaatan yang sangat sejuk dalam memaksimalkan Ramadahan yang penuh berkah di tahun ini. Semoga dengan niatan dan keteguhan ibadah yang mendasari, bukan dengan mengikuti kekinian atau bahkan menjadi Riya dalam pemanfaatanya.

Yang tiba tiba berburu status untuk terlihat tetap menjaga rating terbaik di tranding topic sekitar. Mari memanfaatkan bulan penuh berkah dan pengampunan di Ramdhan 1438 H / 2017 M dengan memanfaatkan semua fasilitas yang juga diberkahiNya. Termasuk fasilitas Media Sosial yang ada untuk menambah hikmat dan berkah ibadah. Memanfaatkan seutuhnya bulan pengampunan ini dengan tidak menambahnya dengan Riya.

M. Awaluddin A.
Mahasiswa Program Doktor
Administrasi dan Kebijakan Publik UNM Makassar


EDITOR : JUMARDI
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI