Panitia Lelang di Sinjai Diduga "Main Mata" Dengan Kontraktor

| 19 Juni 2017 | 03.56 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:



BONEPOS.COM, SINJAI - OKP Kepemudaan Pemuda LIRA Kabupaten Sinjai telah menduga adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak panitia Pokja ULP Sinjai pada mekanisme atau cara mengevaluasi berkas pemenang tender proyek pembangunan gedung inspektorat Sinjai tahun 2017 ini.

Betapa tidak, dari jumlah nilai penawaran pemenang tender proyek pembangunan Gedung Inspektorat  sinjai 1.470.000.000 (Satu Milyar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta Rupiah), sangatlah mendekati nilai harga perkiraan sendiri (HPS).
   
Bahkan, nilai Pagu pada proyek pembangunan Gedung Inspektorat Sinjai yang senilai 1.500.000.000 (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah), rupanya hanya selisih 30 juta dari nilai penawaran pemenang tender, yakni 1.470.000.000.
 
Menurut Jumardi, kuat dugaan telah terjadi kecurangan pada panitia Pokja ULP yang telah memenangkan nilai penawaran pemenang tender yang mendekati nilai HPS atau nilai Pagu.

"Selisih nilai penawaran CV.Vikariaza Konstruksi selaku pemenang tender, sangatlah jauh dengan nilai penawaran CV.Citra Muda Lestari yang telah digugurkan oleh pihak panitia Pokja ULP sinjai," ungkapkan.

Jumardi membeberkan, bahwa nilai penawaran CV.Vikariaza Konstruksi yakni Rp.1.470.000.000,00 terdapat selisih dari nilai pagu sebesar Rp.30.000.000. Sedangkan, CV.Citra Muda Lestari yang nilai penawarannya Rp.1.359.077.000,00 terdapat selisih dari nilai pagu sebesar Rp.140.923.000.

Lebih jauh Jumardi menjelasksn bahwa meskipun penawaran terendah bukanlah syarat utama menjadi pemenang lelang, namun patut diduga telah terjadi pengaturan lantaran nilai penawaran mendekati nilai HPS.

"Seluruh isi dokumen peserta lelang, hanya panitia yang mengetahuinya. Jadi untuk membuktikan kebenaran hasil evaluasi panitia, Server harus di buka," Tegas Jumardi.


PEWARTA : SUPARMAN WARIUM
EDITOR : JUMARDI R
COPYRIGHT © BONEPOS 2017
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI