BNPT Cegah Radikalisme Lewat Rembuk Perempuan

- Kamis, Juli 20, 2017
advertise pemkab bone
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bali melaksanakan kegiatan rembuk kebangsaan dengan tema "Perempuan Pelopor Perdamaian", Kamis 20 Juli 2017.(BONEPOS).
BONEPOS.COM, JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sebagai representasi pemerintah dalam pencegahan radikalisme dan terorisme bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bali melaksanakan kegiatan rembuk kebangsaan dengan tema "Perempuan Pelopor Perdamaian". Tokoh-tokoh perempuan se-Kota Denpasar menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.

BNPT diwakili oleh Kasubbag. TU Deputi I (Drs. Solahuddin Nasution) dalam membuka acara yang dilaksanakan di Hotel Inna Bali Beach kamis, 20 Juli 2017. Solahuddin dalam sambutannya mengajak para Tokoh-tokoh perempuan untuk ikut serta dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, khususnya di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya. "Peran perempuan sangat diperlukan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme, apalagi dengan keterlibatan beberapa perempuan dalam aksi terorisme akhir-akhir ini. Untuk itu, kami dari BNPT mengajak perempuan Bali dalam mengantisipasi penyebaran paham tersebut" jelas Kasubbag. TU Deputi I BNPT.

"Peran perempuan dalam lingkungan keluarga sangat dibutuhkan dalam meberikan pemahaman kepada anak-anaknya, termasuk pemahaman tentang toleransi dan saling menghargai, hal tersebut adalah bentuk pencegahan dini dalam menghambat penyebarannya" kembali Pak Nas sapaan Solahuddin Nasution menyampaikan peran perempuan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme.

Turut hadir sebagai narasumber nasional dari Daulat Bangsa Salehuddin, M. Pd. Saat menyampaikan materi, dia mengutarakan tujuan dari kegiatan rembuk tersebut. "Rembuk kebangsaan untuk menjaga keutuhan NKRI dari pengaruh internal dan eksternal. Misalnya, pengaruh radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat" jelas Soleh dihadapan para peserta.

Pencegahan radikalisme dan terorisme bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga tugas masyarakat termasuk dari kalangan ibu-ibu lewat forum rembuk seperti ini. Hal tersebut disampaikan dihadapan puluhan perempuan dari berbagai rekomendasi organisasi kemasyarakatan di Bali.

"Rembuk ini adalah salah satu konsep agar para ibu-ibu berperan dalam pencegahan radikalisme dan terorisme sesuai dengan profesi masing-masing"

Tapi sebelum itu, jelas Solehuddin. Untuk mencegah paham radikalisme dan terorisme ibu-ibu harus memahami pemahamannya, cara penyebarannya, siapa penyebarnya, cara prekrutannya dan dampak dari aksinya. Setelah itu, baru merumuskan langkah-langkah pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme.

Kegiatan tersebut diikuti dari berbagi rekomendasi berbagai organisasi kemasyarakatan, baik dari agama islam, kristen, hindu dan lain-lain.  Sebanyak 50 peserta turut berpartisipasi dalam kegiatan rembuk tersebut.

Editor : Rizal Saleem
Meikarta