Dinas Peternakan Pelesiran di Jatim, Ini Lokasi Sasarannya

- Selasa, Juli 25, 2017
advertise pemkab bone
Pasar hewan terpadu Dimoro

BONEPOS.COM, SINJAI - Dinas Peternakan bersama para Kepala Desa, melakukan study banding Ke Blitar, Provinsi Jawa Timur setelah sebelumnya berkunjung ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, Selasa 25 Juli 2017

Di Blitar rombongan berkunjung ke pasar hewan terpadu Dimoro, dan UPTD Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Dimoro Kota Blitar, serta berkunjung ke kampoeng wisata unggas (wisata edukasi dan interpreneur) tepatnya Desa Jatinom Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar. Di pasar hewan tersebut sekitar 600 ekor sapi jenis limosin,  simental yang akan dijual.

Salah satu pedagang sapi, Solehuddin mengaku cuman hari-hari tertentu jumlah sapi yang diperjualbelikan tinggi.

"Kebetulan hari ini (Selasa 25 juli, red) banyak sapi yang diperjual belikan, kalau hari legi dan pon. Namun kalau hari biasa ya tidak sebanyak ini.  Rata-rata harga sapi di sini sekitar Rp 15 juta hingga Rp 45 juta perekor, " katanya.

Lanjut Solehuddin selain sapi juga banyak hewan yang diperjual belikan.  "Selain sapi ada ayam, kambing yang dijual ditempat ini.  Untuk kambing rata-rata harganya berkisar Rp 900 Ribu hingga Rp 1,5 juta, " ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH), drh.  Aminuddin Zainuddin mengatakan harga sapi di sini memang jauh lebih murah dan bobot beratnya lebih berat dari sapi yang ada di Sinjai.

"Tapi harganya jelas akan meningkat jelang Idul Adha.  Tujuan kita ke sini agar Kepala Desa dan kelompok ternak yang ikut dalam rombongan bisa mempelajari perbandingan harga dan kemampuan produktivitas hewan  ternak di sini dan di Sinjai, " jelasnya.

Sedangkan di Kantor UPTD RPH drh. Dewimasitah yang menerima kunjungan study banding menjelaskan bahwa potongan hewan sudah menggunakan mesin pemotong hewan, jumlah yang dipotong dalam seharinya 5 sampai 7ekor,  satu ekornya bisa mencapai 300 kilo daging dalam seharinya.

Untuk ditempat kampoeng wisata unggas, Suyitno selaku marketing  menjelaskan secara umum tentang teknis budidaya yang meliputi perkandangan,  pemilihan bibit, tanda-tanda sapi sakit, pemeliharaan, dan pemasarannya.

Sementara itu Ketua Komisi II Abdul Salam Daeng Bali yang ikut dalam rombongan mengharapkan agar kunjungan studi banding ini kita bisa manfaatkan dengan baik,  dan bisa kita aplikasikan nantinya di Kabupaten Sinjai.

"Harapan saya terlalu besar untuk para Kepala Desa yang ikut dalam rombongan ini,  agar peternakan yg kita lihat disini bisa juga kita laksanakan nanti di sinjai,  dengan ketentuan  Dinas Peternakan harus terjun langsung untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat,"ujarnya.

Setelah study banding ini, kami akan laksanakan Rapat kerja di Komisi l dan Komisi II bersama Dinas peternakan, Kepala Desa untuk memformulasi bentuk pembinaan peternakan, baik sapi, kambing,  dan unggas, karna tentunya kami mengharapkan dana desa bisa dimanfaatkan dengan baik. Harapnya.

Turut hadir dalam rombongan kali ini para Kepala Desa, Anggota Komisi II DPRD kabupaten Sinjai,  Asisten Perekonomian dan pembangunan H. Nikmat Baddare Situru, Staf Ahli Bupati Sinjai Bidang Sosial dan Sumber Daya Manusia Muh. Irfan, dan beberapa Camat.


Penulis : Suparman Warium
Editor : Jumardi Ramling
Meikarta