Dituduh Lalai Tangani Persalinan, Pihak Puskesmas Libureng Angkat Bicara

- Minggu, Juli 16, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS.COM, BONE - Viralnya pemberitaan mengenai dugaan bidan yang melakukan kelalaian saat proses persalinan salah satu pasien di Puskesmas Libureng, akhirnya mendapat tanggapan dari pihak puskesmas.

Berita yang pertama kali diposting oleh sebuah akun facebook bernama Hikmah Annisa Arief ini, memaksa pihak Puskesmas Libureng untuk angkat bicara, karena dinilai memojokkan dan sangat merugikan pihak mereka.

Melalui dokter Umum Puskesmas Libureng, dr. Ibnu Munzir kepada Bonepos.com, Minggu 16 Juli 2017, menyampaikan beberapa klarifikasi terkait kabar yang sudah lebih dulu mencuat ke publik, yakni terkait pasien KJDR pada tanggal 8 Juli 2017.

Dalam penjelasannya kepada Bonepos.com, setidaknya ada beberapa poin klarifikasi yang disampaikan untuk meluruskan agar tidak terjadi kesalah pahaman di tengah-tengah masyarakat.

Beberapa klarifkasi yang disampaikan dr. Ibnu adalah di antaranya menegaskan bahwa proses persalinan yang dipantau selama 6 jam sudah sesuai dengan standar prosedur yang berlaku dan disaksikan pihak keluarga, serta kabar adanya bidan yang membentak pasien itu tidak benar, hal ini dapat dikonfirmasi kepada ibu dan keluarga yang mendampingi saat itu.

Dr. Ibnu juga menambahkan jika kabar bidan yang menghabiskan waktu dengan bermain gadget (HP) pada saat observasi, tanpa memperhatikan pasien adalah keliru. Sebab, faktanya, bidan jaga malam saat itu rela meninggalkan anaknya yang sedang sakit untuk menunaikan kewajiban jaga. Bagi dr. Ibnu, itu adalah sesuatu yang manusiawi apabila ibu memantau kondisi anaknya via telepon, terlebih setiap kelompok jaga terdiri atas 2-3 bidan, sehingga kemajuan persalinan tetap akan terus terpantau dengan lembaran observasi kemajuan persalinan (Partograf-Red).

Sedangkan, menanggapi masalah vonis 'bayi meninggal' yang dinilai Hikmah sebagai sesuatu yang terburu-buru serta tidak dilakukannya resusitasi pada bayi, maka dr. Ibnu juga punya bantahannya.

"Pada saat pasien masuk dilakukan pemeriksaan,  didapatkan pembukaan 3-4 dan DJJ  (Denyut Jantung Janin-Red) tidak terdengar, yang berarti bahwa bayi telah meninggal. Jadi, bidan menyimpulkan bahwa ibu hamil inpartu dengan KJDR (Kematian Janin Dalam Rahim-Red)." Ungkapnya.

"Nah, karena bayi sudah dalam keadaan meninggal, makapada saat bayi lahir tidak dilakukan lagi tindakan atau pertolongan untuk mengembalikan fungsi pernafasan (Resusitasi-Red). " Tambah dr. Ibnu.

Dalam penyampaian klarifikasinya, dr. Ibnu juga sangat menyayangkan adanya status yang beredar di jejaring sosial facebook dari akun yang bernama Hikmah Annisa Arief.  Ia menilai status itu tidak dapat dipertanggungjawabkan, sebab Hikmah saat itu tidak berada di lokasi, sehingga tidak mengetahui pasti seperti apa kejadiannya.

"Status di media sosial facebook yang menjadi viral itu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena netizen yang mencatut nama instansi Puskesmas Libureng tidak berada di tempat kejadian pada saat proses persalinan berlangsung." Jelasnya.

Demikian pernyataan ini kami keluarkan dengan harapan dapat mengklarifikasi isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Semoga Allah SWT senantiasa menganugerahkan kepada kita hati yang lapang dan akal yang sehat." tutup Alumni Kedokteran Universitas Hasanuddin saat selesai menyampaikan klarifikasinya.

Penulis : Amry Amas
Editor : Rizal Saleem
Meikarta