Ketua Hanura: Kotak Kosong di Pilkada Bone Bukan Kegagalan Demokrasi

- Senin, Juli 24, 2017
advertise pemkab bone
Bakal Calon Bupati Bone, H Andi Fahsar M Padjalangi saat mengembalikan formulir pencalonannya di Sekretariat DPC Hanura Bone, jalan Masjid Watampone, Senin 25 Juli 2017. (BONEPOS)
BONEPOS.COM, BONE - Munculnya isu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bone yang akan berlangsung tahun 2018 mendatang dimana pasangan petahana Andi Fahsar M Padjalangi dan Ambo Dalle bakal bertarung melawan kotak kosong mendapat tanggapan dari Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Kabupaten Bone, Andi Susanto.

Menurut Andi Susanto, kotak kosong bukan pertanda gagalnya sebuah demokrasi di Bone, mengingat hampir semua partai yang memiliki kursi di DPRD Bone tetap membuka pendaftaran dan penjaringan bagi bakal calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Ini bukan kegagalan demokrasi, jika memang pasangan petahana harus menghadapi kotak kosong," kata Andi Susanto saat menerima Bakal Calon Bupati Bone, H Andi Fahsar M Padjalangi yang mengembalikan formulir pencalonannya di Sekretariat DPC Hanura Bone, jalan Masjid Watampone, Senin 25 Juli 2017.

Dia menyebutkan, munculnya isu kotak kosong ini menurutnya adalah salah satu fakta kalau sosok petahana masih kuat, sehingga bakal calon baik itu dari kalangan politisi maupun pengusaha yang sebelumnya ingin maju bertarung di Pilkada Bone memilih mundur.

"Selain itu juga faktor mahalnya ongkos untuk maju di Pilkada menjadi penyebab bakal calon berpikir, apalagi yang akan mereka hadapi ini adalah pasangan petahana," ungkapnya.

Mantan Anggota DPRD Bone ini menyebutkan, bahwa dirinya sangat menyayangkan sikap dari bakal calon lainnya yang hanya mengambil formulir di beberapa partai, lalu menyebarkan opini bakal maju bertarung di Pilkada namun sampai detik ini tidak datang untuk mendaftar.

"Untuk Hanura sendiri banyak yang mendaftar, namun cuma ambil formulir setelah itu sebar opini ingin maju bertarung di Pilkada, tapi faktanya tidak ada yang mengembalikan formulir, tentunya ini sangat disayangkan," ujarnya.

Editor : Rizal Saleem
Meikarta