Kian Panas, Keluarga Pasien Tuding Pihak Puskesmas Libureng Berbohong

- Senin, Juli 17, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS.COM, BONE - Kasus meninggalnya bayi yang diduga karena kelalaian Oknum Bidan Puskesmas Libureng kian memanas. Pasalnya pihak puskesmas menyatakan jika hal yang dituduhkan tersebut tidak benar adanya. Sanggahan itu disampaikan langsung oleh  dokter umum puskesmas Libureng dr. Ibnu kepada Bonepos.com, Minggu 16 Juli 2017.

BACA JUGA: Dituduh Lalai Tangani Persalinan, Pihak Puskesmas Libureng Angkat Bicara

Menariknya, Hikma, keluarga korban yang pertama kali memberikan keterangan terkait kelalaian pihak Puskesmas Libureng, mengatakan jika klarifikasi yang disampaikan oleh dokter tersebut adalah sebuah kebohongan.

Saat dikonfirmasi Bonepos.com, Hikma mengatakan jika klarifikasi dari Pihak Puskesmas Libureng tersebut hanya untuk menutupi kesalahan anggotanya, sebab pada faktanya penjelasan tersebut tidak sesuai.

"Yang jelas klarifikasi dari pihak Puskesmas Libureng itu bohong besar. Pertama, dia mengatakan observasinya sudah sesuai standar pelayanan kesehatan, tapi pertanyaannya apakah standar pelayanan di Puskesmas Libureng memang seperti itu? Tanpa memeriksa Detak Jantung Janin (DJJ)." Jelas Hikma.

Lanjut Hikma, ketika melakukan pemeriksaan Detak Jantung Janin (DJJ) itu seharusnya  perut sang Ibu dipegang, akan tetapi, Ibu Dahlia (Pasien - Red) mengatakan perutnya tidak pernah dipegang oleh bidan yang menjaga.

"Pemeriksaan DJJ itu harus pegang perut, sedangkan tante saya dan yang mendampinginya mengatakan bidan yang bertugas tidak pernah memegang perutnya. Makanya saya heran dengan pernyataan dr. Ibnu yang mengatakan bahwa saat bayi lahir, sudah tidak ada DJJ. Kok bisa tau  DJJ nya sudah tidak ada padahal tidak pernah menyentuh perut sang ibu," Ungkap Hikma kepada Bonepos.com

BACA JUGA: Oknum Bidan Puskesmas Libureng Diduga Lalai, Bayi Meninggal Saat Persalinan

Diberitakan sebelumnya jika salah seorang keluarga (Hikma-Red) pasien inpartu  dari Desa Tappale Kecamatan Libureng Kabupaten Bone mengaku kecewa atas tindakan yang dilakukan oknum Bidan Puskemas, Sabtu 15 Juli 2017.

Kekecewaan tersebut lantaran pihak puskesmas dinilai tidak profesional dalam melakukan penanganan terhadap Dahlia (42),  yang dirujuk ke puskesmas Libureng Camming pada tanggal 7 Juli 2017 sekira setelah Maghrib karena akan melahirkan. Namun saat melahirkan pada tanggal 8 Juli 2017 subuh sekitar pukul 3.30 Wita, bayi milik Dahlia tidak terselamatkan.

Penulis : Iwan Taruna
Editor : Rizal Saleem