Ratusan Detonator yang Diamankan di Bone Berasal dari India

| 19 Juli 2017 | 23.37 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
BONEPOS.COM, BONE - Timsus Polda Sulsel di bawah komando IPDA Arten bersama Tim Resmob Polres Pangkep dan sat Sabara Polres Bone melakukan penggerebekan di sebuah rumah di milik warga di Keluarahan Polewali, Kecamatan Tanete Riattang, Barat, Kabupaten Bone, Rabu malam, 19 Juli 2017.

Alhasil, dari penggerebekan itu, Polisi berhasil mengamankan sedikitnya 500 butir detonator (Pemicu Bom) yang dikemas dalam dos. Selain itu juga polisi mengamankan satu orang tersangka yakni H Daeng Malewa, 60 tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun Bonepos.com, kepemilikan detonator yang memiliki daya ledak tinggi merek CDET ALFA Ordinary Detonators asal India itu terendus setelah sebelumnya Polisi mengamankan Ari, 42 tahun, seorang sopir angkutan yang menjemput detonator itu di Makassar.

Saat diintrogasi Daeng Malewa awalnya mengelak, kalau detonator tersebut adalah miliknya, namun setelah dipertemukan dengan Ari, pria paruh baya itu akhirnya mengaku kalau detonator itu adalah milik anaknya yang saat ini sudah ditahan di Makassar.

Ari saat diintrogasi oleh Polisi di rumah Daeng Malewa (BONEPOS/IWAN).
Sementara itu, Ari mengakui jika dirinya sama sekali tidak mengetahui barang yang dititipkan kepadanya itu berisi detonator, bahkan dia mengaku kalau sudah keempat kalinya membawa kiriman dengan jenis tempat yang sama.

"Saya tidak tau kalau isinya detonator, saya biasanya kasi ke Daeng Malewa didepan Gardu (Kios)," ungkap Ari dihadapan Polisi.

Kapolres Bone, AKBP Kadarislam yang dikonfirmasi mengatakan bahwa, kedua tersangka saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolres Bone setelah itu akan dibawa ke Polda Sulsel untuk menjalani proses lebih lanjut.

"Sementara masih di periksa di Polres Bone, nantinya akan dibawa ke Polda," ungkapnya kepada Bonepos.com, Rabu malam.

Kadarislam menyebutkan, bahwa akibat perbuatannya itu, pelaku diancam pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan hukuman 20 tahun penjara.

Penulis : Iwan Taruna
Editor : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI