Setya Novanto Tersangka, Kadir Halid: NH Tetap Bertarung

| 18 Juli 2017 | 14.35 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
BONEPOS.COM, MAKASSAR - Penetapan Setya Novanto sebagai tersangka oleh KPK tidak hanya mengundang kegaduhan politik di Senayan, karena posisi Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI. Namun ternyata menjadi perbincangan menarik di Sulawesi Selatan.

Hal yang menarik, bukan tertuju kepada sosok Setya Novanto namun terhadap dinamika Pilgub Sulsel 2018 mendatang. Sebagai Tokoh Sentral DPP Partai Golkar dengan jabatan Ketua Harian, Nurdin Halid menjadi objek menarik dibicarakan pasca status Setya Novanto menjadi tersangka.

Beragam tanggapan pengamat, perbincangan warung kopi, dan analisa pun bermunculan terhadap masa depan Nurdin Halid di Pilgub Sulsel 2018 yang telah memantapkan diri maju berpasangan Aziz Kahar Mudzakkar.

Bahkan isu yang berkembang, Nurdin Halid batal bertarung di Pilgub karena Kasus yang menjerat Setya Novanto. Hal tersebut ditanggapi Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulsel, Kadir Halid.

"NH-Aziz tetap akan bertarung di Pilgub mendatang," kata Adik Kandung Nurdin Halid tersebut, Selasa (18/7/2017).

Namun diakui ataupun tidak status Setya Novanto sedikit banyaknya akan berpengaruh terhadap perjalanan Nurdin Halid di Pilgub Sulsel menginggat posisinya sebagai Ketua Harian DPP yang memiliki peran penting roda organisasi Golkar ke depan.

"Dengan situasi Setnov tersangka, tentu Nurdin Halid (NH) sebagai ketua harian akan mengambil alih tanggungjawab kepemimpinan yang lebih besar dalam mengendalikan partai Golkar (PG). NH akan menghadapi desakan dan fragmentasi internal dari Faksi yang mendorong Musnaslub. Situasi ini bisa membuat NH kehilangan fokus untuk running di Pilgub Sulsel", kata Pengamat Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, Senin 17 Juli 2017 kemarin.

Penulis : Rahman Hasanuddin
Editor : Rizal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI