Soal Razia yang Dikeluhkan Pengendara, Begini Jawaban Kapolres Bone

| 29 Juli 2017 | 16.43 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
AKBP kadarislam, Kapolres Bone. (BONEPOS/IWAN).
BONEPOS.COM, BONE - Kapolres Bone AKBP Kadarislam akhirnya angkat bicara soal razia rutin yang digelar Satuan Lantas Polres Bone yang dikeluhkan oleh sejumlah pengendara motor.

Menurut Kapolres, razia rutin yang digelar Satlantas Polres Bone setiap harinya itu sudah sesui dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), salah satunya dilengkapi dengan papan pemberitahuan.

"Kalau razia harus sesuai dengan S.O.P, salah satunya harus ada tanda pemberitahuan berupa papan," kata Kapolres Bone AKBP Kadarislam kepada Bonepos.com, Minggu, 29 Juli 2017.

Dia menyebutkan, bahwa tujuan dari razia kendaraan bermotor tersebut yakni untuk menekan angka kecelakaan di Bone, mengingat banyaknya pengendara yang tidak tertib berlalu lintas.

"Razia dilaksanakan karena berbagai faktor diantaranya banyaknya pengemudi tidak tertib berlalu lintas, tingginya angka laka lantas, dan banyak terjadi curanmor," jelasnya.

Sementara itu terkait lokasi pelaksanaan razia yang turut diprotes pengendara, dirinya berjanji akan berkomunikasi dengan Kasat Lantas, apakah layak atau tidak layak di tempat itu dilakukan razia.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Razia yang dilakukan aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bone, di jalan poros Bone-Makassar, tepatnya di Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mulai dikeluhkan para pengendara sepeda motor.

Mereka menilai, razia yang dilakukan setiap hari dan terkesan "sembunyi-sembunyi" itu, sudah mengganggu ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas, lantaran berlangsung di jalan poros Bone-Makassar.

Selain itu lokasi penempatan razia yang berada ditikungan tajam dinilai pengendara sangat membahayakan pengendara dan dinilai tak sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Mengacu pada PP 80 tahun 2012, razia kendaraan bermotor di tikungan jalan merupakan pelanggaran hukum karena
razia itu harus dilakukan di tempat dan dengan cara yang tidak mengganggu keamanan, keselamatan,
ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Hal ini dilakukan untuk menghindari pengendara yang terkejut dengan polisi yang tiba-tiba menghadang, yang mana hal tersebut dapat membahayakan pengguna jalan.

Penulis : Iwan Taruna
Editor : Rizal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI