Terkait Tudingan Berhenti Kejar Rekomendasi Gerindra, Jubir NA: Prof Belum Sempat Daftar

- Selasa, Juli 18, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS.COM, MAKASSAR – Juru Bicara bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA), Bunyamin Arsyad membantah jikalau NA dicoret dalam proses perebutan rekomendasi DPD Partai Gerinda Sulsel.

Om Ben sapaan akrabnya, menegaskan bahwa NA belum pernah mendaftar di Gerndra, karena berbagai kesibukan membuat NA belum sempat mendaftar di Gerindra hingga batas akhir pendaftaran.

"Bagaimana bisa Gerindra mencoret nama Prof Nurdin Abdullah? Sementara Prof memang belum pernah mendaftar. Kecuali Partai Gerindra yang memang memasukkan nama Nurdin Abdullah sebagai calon gubernur yang bakal diusung", tegas Om Ben, kepada Bonepos.com, Senin 17 Juli 2017.

Lanjut Om Ben "Tidak benar NA menolak untuk disurvei oleh Gerindra. Memang pernah Herman Heizer menghubungi Pak Nurdin Abdullah untuk dimasukkan dalam survei sebagai syarat untuk proses pencalonannya di Partai Gerindra," tambahnya.

Herman Heizer dimaksud adalah Direktur Celebes Research Centre (CRC). Diketahui, Gerindra menggunkan jasa CRC untuk memotret tingkat penerimaan bakal calon gubernur dan bupati untuk Pilkada Serentak Sulsel 2018 mendatang.

Tetapi lanjut Om Ben, yang menghubungi NA adalah lembaga survei, bukan pengurus Gerindra. Menurutnya, belum ada komunikasi langsung antara pengurus Gerindra Sulsel dengan NA.

"Lagian, jika Partai Gerindra atau partai apa saja dan lembaga survei apa saja yang melakukan survei, diikutkan atau pun tidak, dengan sendirinya akan muncul nama-nama yang dikehendaki oleh rakyat sebagai calon gubernur," ujar Om Ben.

"Bukan lembaga survei yang menghendaki seseorang menjadi calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota atau wakil wali kota," ujarnya.

Sebelumnya, Jubir Partai Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arief mengungkapkan bahwa NA tidak bersedia mengikuti mekanisme survei sehingga dinyatakan menarik diri di tahapan selanjutnya.


Penulis : Rahman Hasanuddin
Editor : Jumardi Ramling
Meikarta