Musim Kemarau, Ketinggian Air Sungai di Bone Menyusut

- Selasa, Agustus 29, 2017
advertise pemkab bone
Kemarau, Air Sungai, Menyusut, Bone
 Kondisi sungai Salo Minrajeng yang dipakai mengairi ratusan hektare areal persawahan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan nampak mulai mengering. (BONEPOS/AMRY AMAS).
BONEPOS.COM, BONE - Kekeringan mulai dirasakan sejumlah daerah di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Bone, Sungai Salo Minrajeng yang dipakai mengairi ratusan hektare areal persawahan mulai mengering.

Pantauan boneposcom di Sungai Salo Minrajeng, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponres, Bone, volume air di wilayah ini menurun. Bebatuan yang berada di bibir sungai pun sudah terlihat jelas dan dalam kondisi kering.

Arman warga setempat mengatakan penyusutan tersebut terjadi akibat musim kemarau belakangan ini dimana kondisi debit air di sungai tersebut hanya mencapai ketinggian 30 centimeter.

"Biasanya tingginya mencapai 2 meter bahkan bisa lebih, cuma sekarang ini hanya 30 centimeter saja. Ini dampak musim kemarau," kata Arman, Selasa, 29 Agustus 2017.

Dia menjelaskan, Salo Minrajeng yang alirannya terletak di dua desa itu, mengairi ratusan hektare areal pertanian.

"Sungai ini merupakan Salah satu sumber air untuk pertanian warga. Karena air sungai ini biasa dipakai mandi, kebutuhan rumah tangga dan mengairi persawahan," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dirilis BMKG menyebutkan bahwa saat ini wilayah Indonesia memang sudah berada di bulan puncak musim kemarau yang terjadi sejak Juli, Agustus hingga September.

"Puncak musim kemarau diperkirakan antara bulan Juli – Agustus – September. Sehingga saat ini kita berada di bulan puncak musim kemarau," kata Kepala Sub Bidang Informasi Meteorologi BMKG Hary Tirto Djatmiko dalam keterangan persnya.

Penulis   : Amry Amas
Editor     : Rizal Saleem


Meikarta