Pembangkit Listrik Indonesia Belum Mampu Menyuplai Seluruh Pelosok Daerah

| 29 Agustus 2017 | 16.39 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pembangkit Listrik Indonesia Belum Mampu Menyuplai Seluruh Pelosok Daerah
Anggota Komisi VII DPR Kurtubi

BONEPOS.COM, JAKARTA - Peringkat Indonesia yang masih bertengger hingga hari ini di posisi ke-5 di ajang SEA Games 2017 selaras dengan posisi konsumsi listrik per kapita Indonesia dibandingkan empat negara ASEAN lainnya yakni Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

"Mungkin posisi ke - 5 (peringkat perolehan emas) hanya kebetulan saja tapi ini fakta seperti korelasi capaian di SEA Games dengan kemampuan supply listrik Nasional yang relatif masih sangat rendah," ucap anggota Komisi VII DPR Kurtubi di Kompleks Parlemen, Selasa 29 Agustus 2017.

Kurtubi menerangkan bahwa total kapasitas pembangkit dari suatu negaralah yang menjadi gambaran kemampuan negara itu menyuplai listriknya.

Politisi NasDem ini menilai, dengan total pembangkit listrik yang dimiliki Indonesia sekitar 65.000 MW saat ini, belum cukup untuk menerangi seluruh pelosok daerah dengan penduduk berjumlah 250 juta tersebut.

"Bayangkan saja, Tiongkok dengan penduduk 5 kali penduduk Indonesia, kapasitas pembangkit yang dimilikinya 28 kali kapasitas pembangkit Indonesia atau setara 1.600.000 MW untuk mencukupi kelistrikannya," tandasnya.

Oleh karena itu dia berharap, sudah saatnya Indonesia memasukkan program PLTN komersial (bukan hanya PLTN Experiment) dalam Sistem Kelistrikan Nasional, bukan seperti selama ini yang hanya dijadikan opsi terakhir.

"Segera revisi Kebijakan Energi Nasional (KEN)  dan Rancangan Umum Energi Nasional - Daerah (RUEN - RUED) yang menempatkan PLTN sebagai opsi terakhir. Menghambat PLTN komersial dibangun di Indonesia, ini berarti menghambat peningkatan kesejahteraan rakyat," tegas Ketua Kaukus Nuklir Parlemen ini.


Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI