Dibantai Vietnam 3-0, Indonesia Tetap Bisa Lolos Semifinal Lewat 4 Skenario Ini

- Selasa, September 12, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS.COM , MYANMAR - Sempat diunggulkan saat pertama kali melakoni pertandingan Piala AFF U-18 kala menaklukkan Myanmar 2-1 melalui aksi luar biasa dari Egy Maulana Vikri, Garuda muda justru harus menerima kenyataan pahit, saat dikalahkan Vietnam 3-0, Senin 11 September 2017 dalam lanjutan laga penyisihan Grup B di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar sore tadi.

Kekalahan anak asuh Indra Sjafri ini membawa Vietnam sebagai pemuncak klasemen group dan otomatis hampir dipastikan mengantongi tiket ke babak semifinal Piala AFF U-18, karena  telah mengoleksi 9 poin dari kemenangan 3 laga berturut-berturut. Sementara, Eghy cs masih harus berjuang keras mengalahkan Brunei Daarussalam jika ingin lolos ke semi final. Laga Indonesia kontra Brunei akan tersaji pada Rabu 13 September 2017 mendatang.

Peluang agar dapat melaju ke babak final semakin tipis, setelah di hari yang sama, Myanmar berhasil mempecundangi Filipina dengan tujuh gol tak berbalas. Atas kemenangan tersebut, Myanmar mendepak Indonesia dari posisi dua klasemen dengan torehan poin sama Indonesia, namun unggul selisih gol.

Kekalahan dari Vietnam dan kemenangan Myanmar atas Filipina menyisakan sedikit peluang bagi Timnas Garuda Muda untuk tetap dapat bertahan di piala AFF U-18.

Berikut 4 skenario agar Indonesia bisa lolos ke semifinal:

1. Vietnam dan Myanmar seri, Indonesia mengalahkan Brunei dengan skor berapa saja. Vietnam lolos sebagai juara grup, Indonesia menjadi runner-up.

2. Vietnam mengalahkan Myanmar dengan skor berapa saja, Indonesia imbang melawan Brunei. Vietnam lolos sebagai juara grup, Indonesia menjadi runner-up.

3. Myanmar mengalahkan Vietnam dengan selisih satu gol, Indonesia mengalahkan Brunei dengan selisih minimal tujuh gol. Indonesia lolos sebagai juara grup, Myanmar runner-up.

4. Myanmar mengalahkan Vietnam dengan selisih di atas satu gol, Indonesia menang dengan selisih tujuh gol. Myanmar menjadi juara grup, Indonesia runner-up.

Editor     : Rizal Saleem
Meikarta