Dua Tahun Berlalu, Kasus Penganiayaan Oleh Oknum Polisi di Bone Tak Kunjung Dituntaskan

| 22 September 2017 | 22.31 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Bonepos
Ilustrasi.
BONEPOS.COM, BONE - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap warga dessa Tanete Harapan Kecamatan Cina Kabupaten Bone atas nama Basri, hingga Saat ini masih terkatung-katung.

Hal ini diungkapkan oleh korban, Basri saat ditemui di salah satu warkop Jumat malam, 22 September 2017. Dirinya menceritakan bahwa kasus yang dialaminya hingga saat ini belum dituntaskan padahal ini sudah hampir dua tahun.

"Kasus ini sudah sejak tahun 2015 lalu, namun hingga saat ini belum tuntas, hari ini saya memenuhi panggilan dari penyidik polres karena katanya sudah mau dilakukan rekonstruksi, namun ditunda lagi karena alasan pelaku tidak hadir," Kata Basri.

Basri yang ditemui, menceritakan kronologis kejadiannya. Di mana pada saat itu dia berada di sebuah THM bersama beberapa rekannya kemudian tidak lama dirinya dikeroyok oleh beberapa pengunjung yang diketahui mereka adalah oknum polisi.

"Setelah saya dikeroyok, saya meninggalkan THM itu dan pergi memanggil anak saya, ketika saya kembali lagi, mereka sudah tidak berada di tempat," tutur Basri.

Pasca kejadian tersebut Basri pun langsung melapor ke Mapolres Bone, namun pada saat itu pihak kepolisian tidak menindaki secara serius. Basri bahkan mengakui sempat keluar merantau ke Ternate selama setahun, dan setelah dia kembali dari rantauan dia pun menanyakan kembali kasusnya.

"Yang bikin saya sangat kecewa, kasus ini pernah ditutup tampa sepengetahuan saya oleh Kasat Reskrim yang dulu saat masih dijabat oleh Andi Asdar, makanya saya sempat melaporkan kasus ini ke mapolda dan barulah kembali di tindak lanjuti," Tambahnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan kapan dirinya akan diundang kembali untuk dilakukan rekonstruksi. Dan dirinya meminta kepada pihak kepolisian ketika akan dilakukan rekonstruksi harusnya di TKP agar sesuai dengan kenyataan.

"Saya mendesak pihak kepolisian agar kasus ini secepatnya dituntaskan, jangan karena pelaku adalah anggota maka kasus ini berlarut-larut. Di mana letak keadilan? Seharusnya polisi adalah pengayom masayarakat," Tegasnya

Sementara, Kasat Reskrim Polres Bone AKP Hardjoko saat dikonfirmsi melalui sambungan telpon mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui pasti proses rekonstruksi yang jadwalnya hari ini, karena dirinya sedang berada di Makassar.

"Saya belum tau pasti bagaimana rekonnya tadi , karena saya lagi di Makassar, ada sertijab, nanti saya cek dulu sama penyidiknya," kata Hardjoko.

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Rizal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI