Gelar Aksi Demo, OKP di Bone Ini Minta Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Dicabut

- Kamis, September 07, 2017
advertise pemkab bone
Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi Dicabut

BONEPOS.COM, BONE - Puluhan Pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan (OKP) Laskar Arung Palakka (LAP) menggelar aksi demo terkait pembantaian yang dilakukan oleh Regime De Facto Aung San Suu Kyi kepada etnis Rohingya, di Bundaran Tugu Jam Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Kamis siang, 7 September 2017.

Dalam orasinya Andi Akbar Ketua Umum LAP Front Perjuangan Masyarakat Bone mengatakan bahwa praktik diskriminasi dan legalize genocide yang terjadi di Myanmar tidak boleh dibiarkan begitu saja, apalagi terkait dengan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingya.

"Pembantaian adalah suatu tindakan yang sangat biadab apalagi di lakukan oleh sesama umat Manusia, kita tidak bisa diam. Berkali-kali etnis Rohingya mengalami pengusiran, pemukiman serta rumah mereka dibakar. Hal yang paling menyedihkan anak-anak dan perempuan menjadi korban. Tindakan tidak beradab yang dilakukan Militer Myanmar adalah kejahatan kemanusiaan," kata Andi Akbar

Untuk itu, LAP menyatakan mengutuk keras aksi kekerasan itu dan mendesak kepada Pemerintah Indonesia terutama Presiden Jokowi dan Menteri Luar Negeri untuk bersikap tegas dan melakukan Political Pressure Diplomacy.

Selain itu, LAP juga mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan parhatian serius terhadap kejahatan kemanusiaan praktik genosida yang menimpa etnis Rohingya, dan membawa pihak-pihak yang harus bertanggung jawab untuk diadili kehadapan Mahkamah Kejahatan Internasional.

"Kami juga meminta Komite Hadiah Nobel untuk mencabut penghargaan Aung San Suu Kyi sebagai pemimpin yang berpengaruh di Myanmar dan memperoleh Nobel Perdamaian. Kami juga menolak segala bentuk provokasi untuk memperluas dan memindahkan konflik Myanmar ke Indonesia dengan membenturkan umat Islam dan umat Buddha di Indonesia," ungkapnya.

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Jumardi Ramling
Meikarta