Ingin Maju Calon Independen di Pilkada Bone? Siapkan Rp 2 Miliar

- Selasa, September 12, 2017
advertise pemkab bone
Calon Independen di Pilkada Bone


BONEPOS.COM, BONE - Biaya politik pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan cukup mahal, terlebih lagi jika calon Bupati dan Wakil Bupati memilih jalur Independen alias non partai.

Untuk memenuhi persyaratan dukungan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagaimana sayarat yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bone, setiap calon dipastikan harus mengeluarkan dana hingga Rp 2 miliar bahkan bisa lebih.

Komisioner KPUD Bone, Hj Ernida Mahmud, mengatakan, Ketentuan mengenai calon perseorangan minimal didukung 7,5 % dari rekapitulasi DPT terakhir yakni Rekapitulasi DPT Pemilihan Umum Presiden Dan Wakil Presiden tahun 2014 yang berjumlah 559.723 jiwa.

"Rekap DPT Pilpres 2014 adalah 559.723. Pada Pasal 41 ayat 2 point C UU No.10 tentang Pilkada dan Pasal 10 ayat 1 point C PKPU No.3 2017 tentang Pencalonan menyatakan Kab/kota dengan jumlah DPT lebih dari 500 ribu - 1 juta jiwa harus didukung paling sedikit 7,5 %," kata Ernida.

Wajib Punya Dukungan 41.980 Foto Copy KTP

Artinya, setiap calon harus mendapatkan dukungan sekurangnya 41.980 orang yang tersebar di 14 Kecamatan yang ada di Bone. Jumlah ini tentunya bukanlah angka yang sedikit.

Jika dirincikan, biaya Rp 2 miliar sudah pada harga paling rendah. Dimana setiap KTP dinilai seharga Rp 20.000. Berarti, kalau calon independen di Pilkada Bone diwajibkan mengumpulkan 41.980 KTP, maka Rp 20 ribu dikalikan 41.980 KTP, hasilnya tak kurang dari Rp 800 juta.

Namun biaya itu baru sebatas foto kopi KTP saja dan belum termasuk biaya pengumpulan KTP serta biaya materai perlembar dukungan, sehingga, jika ditambah dengan nilai perkiraan KTP jumlahnya ditaksir mencapai Rp 2 Miliar.

Lalu, dari mana tarif Rp 20 ribu itu? Beberapa mantan tim sukses calon independen kepada Bonepos.com mengungkapkan, nilai satu KTP minimal Rp 20.000 hingga Rp 25.000.

"Untuk saat ini bisa mencapai Rp 25 ribu, bahkan di atasnya. Tetapi, dominan yang kita dulu itu bisa kumpul itu rata-rata Rp 20 ribu," tandas, Andi Anshar, salah satu mantan seorang tim sukses Calon Bupati di Pilkada lalu.

Dia mengungkapkan, bahwa Dia pesimis jika di Pilkada Bone ini yang menyisakan beberapa bulan lagi akan memasuki tahapan, ada calon yang berani maju lewat jalur independen. Pasalnya di era sekarang ini, banyak warga yang memasang tarif tinggi.

"Kalau sekarang baru mau bergerak saya rasa sangat sulit, sisa 3 bulanan lagi. Kalau turun dilapangan nanti nanti pasti ada yang minta Rp30 ribu. Malah ada yang iseng, minta Rp 50 ribu," ungkapnya.

Menurutnya, dengan hitung-hitungan tersebut, maka bisa dipastikan bakal calon yang memilih jalur independen di Pilkada Bone, termasuk orang yang masuk kategori nekat. Pasalnya, sebatas prasyarat saja, sudah harus mengeluarkan uang sampai Rp 1 miliar.

"Biaya Itu baru persyaratan saja, belum termasuk kerja tim yang tentu membutuhkan biaya juga tidak sedikit. Kenapa mahal, karena Independen tidak didukung oleh infrastruktur partai," bebernya.

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Jumardi Ramling
Meikarta