Innalillahi, Mantan Wali Kota Palembang Meninggal Dunia

- Kamis, September 28, 2017
advertise pemkab bone
Innalillahi, Mantan Wali Kota Palembang Meninggal Dunia

BONEPOS.JAKARTA - Mantan Wali Kota Palembang, Sumatera Selatan, Romi Herton yang saat ini menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia,

Dikutip dari laman antaranews.com, Pria yang terjerat kasus suap terhadap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar itu menghembuskan nafas terakhir pada Kamis, 28 September 2017 sekira pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

"Romi Herton meninggal dunia sekitar pukul 01.00 WIB tadi pagi di Lapas Gunung Sindur," kata pengacara Romi, Sirra Prayuna di Jakarta kepada antaranews.com, Kamis.

Sirra, mengungkapkan bahwa kliennya itu meninggal diduga akibat mengalami serangan jantung, dimana pada saat itu Romi terjatuh saat tengah turun tangga.

"Saat ini sedang diurus penerbangan ke Palembang mungkin akan sampai di sana sekitar pukul 13.00 atau 14.00 WIB. Jenazah Romi pun sudah dibawa dari Lapas Gunung Sindur ke Jakarta." terangnya.

Seperti yang diketahui, Romi bersama istrinya Masyito merupakan terpidana pemberi suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar sebesar Rp 14,145 miliar dan 316.700 dolar AS (sekitar total Rp17,9 miliar)

Pemberian dari Romi itu untuk mempengaruhi putusan perkara permohonan keberatan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Palembang yang sedang ditangani oleh Akil.

Pada pengadilan tingkat pertama Romi divonis enam tahun penjara sedangkan istrinya Masyito divonis empat tahun penjara ditambah denda masing-masing Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan.

Namun Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman keduanya sehingga Romi dijatuhi pidana tujuh tahun dan Masyito divonis lima tahun penjara ditambah denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan.

Awalnya Romi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung sedangkan Masyito dipindahkan ke LP Perempuan Bandung pada Juli 2015, namun karena ia diduga keluar lapas tanpa izin maka pada Februari 2017 ia dipindahkan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur dengan pengamanan maksimal

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Rizal Saleem

Meikarta