Pelajar Ini Buat Puisi Untuk Aktivis Penerima Nobel di Myanmar

| 13 September 2017 | 13.12 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pelajar Ini Buat Puisi Untuk Aktivis Penerima Nobel di Myanmar
Ahmad Takbir Abadi

BONEPOS.COM, MAROS - Gejolak kekejaman Kemanusiaan Myanmar akhir-akhir ramai diperbincangkan pasalnya Muslim Rohingya Myanmar mendapatkan penindasan yang sangat kejam dan tak sesuai dengan nilai kemanusiaan.

Inilah yang membuat banyak orang geram terhadap kekerasan yang terjadi di Myanmar. Pemerintah Indonesia telah melaksanakan konsolidasi terkait Aksi yang tak bermoral ini. Sama halnya dengan salah satu pelajar Kabupaten Maros membuat puisi yang terkait dengan salah satu aktivis kemanusiaan Myanmar yang saat ini menjabat sebagai penasehat negara Aung San Suu Kyi.

Aung San Suu Kyi adalah penerima Nobel perdamaian atas usahanya memperjuangkan demokrasi dan Hak Asasi manusia di Myanmar pada saat dulu.

Kritikan pun membanjiri dirinya saat adanya peristiwa kekejaman Muslim Rohingya. Orang-orang sontak menuntut penghargaan yang telah diberi kan kepada nya itu harus dicabut karena tak mampu mengatasi aksi kekejian di Myanmar.

Seorang siswa Ahmad Takbir Abadi menulis kan sebuah puisi untuk  Aung San Suu Kyi. Puisi itu berisi keberadaan aktivis tersebut dengan adanya kekejaman terhadap Muslim Rohingya. Isi yang di tuangkan dalam puisi tersebut dengan tegas mengancam aktivis kamanusiaan tersebut untuk kembali memperjuangkan hak asasi. Berikut puisinya:

Kau kemana saja?

Binar mata terpejam dalam hitam tak berwarna
Langit biru berawan dalam potret senja kala
Semantara jalan menagih kebenaran yang hilang sekian lama
Saksi derita lalu sorak dipanjatkan

Masih ingat kah kita akan pertumpahan di sore itu
Sejak luka begitu murah harganya
Juga harkat tak begitu jelas tempatnya
Dan suaralah yang bergerak meminta ruang yang semestinya

Lalu pada kecup bibir yang lukisannya tergambar layu
Jakan-jalan penuh dengan kecaman
Meminta dan memaksa  kebenaran
Mengecam dengan mengeja hinaan
Sebab dijalan kita berbaris bersama merombak penindasan yang tak kenal salah

Saatnya dirimu menghadap ke kaca
Melihat kembali wajahmu yang penuh kenangan
Darahmu mengalir darah perjuangan
Air matamu penuh kesedihan
Juga semangat pengabdian

Namun, kami tak melihatnya disaat jemari tak sanggup lagi meraba
Dunia mencarimu, seorang Myanmar yang pernah mendapat lencana kehormatan
Hingga hari ini saat mentahari berganti aroma
Di tanahnmmu terjadi kemanusiaan yang hilang akal

Dunia tak melihatmu  sama seperti dulu,
Ketika meriam di luncurkan

dirimu di depan menghadap semua lawan
Kau sangat marah juga dendam ketika penindasan terus dibiarkan
Air mata terkuras begitu saja
Dan itu semua adalah dirimu yang kini tak lagi terbaca

Kau kemana saja?
Saat Rohingya manusia seperti kita terindas biadab
Terbunuh begitu saja
Dibakar di liang lahab
Tak kenal kasihan

Kau Kemana saja?
Kemanusiaan Myanmar tercoreng kehormatannya
Jangan bilang kau hilang karena Tahta
Sebab dirimu berencana menjadi penguasa
Menguasai banyak suara
Karena mendukung orang yang tak kenal sayang

Wahai pejuang kemanusiaan
Kembalilah pada tempatmu
Luka-luka lama tak bisa hilang begitu saja

Kaulah yang mengerti luka
Kaulah yang paham kemanusiaan
Kembalilah!

Kepada Aung San Suu Kyi

Puisi ini rencananya akan disiarkan di media-media sebagai bentuk dukungan terhadap Etnis Rohingya di Myanmar.


Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI