Soal Kasus Warga Bone yang Dianiaya Oknum Polisi, Kasat Reskrim Pilih Bungkam

- Rabu, September 27, 2017
advertise pemkab bone
Soal Kasus Warga Bone yang Dianiaya Oknum Polisi, Kasat Reskrim Pilih Bungkam
Basri korban penganiayaan oleh oknum Polisi berinisial HAB. (DOK/BONEPOS.COM).

BONEPOS.COM, BONE - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi berinisial HAB terhadap Basri, warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Basri, tak kunjung menemui kejelasan.

Aparat Kepolisian Resor (Polres) Bone yang dimintai penjelesannya terkait kasus yang sudah dua tahun 'mandek' itu, milih bungkam.

"Saya heran juga kenapa kasus penganiayaan terhadap saya ini tidak kunjung menemui kejelasan. Ketika saya pertanyakan ke penyidik juga tidak ada kejelasan," kata Basri kepada Bonepos.com, Rabu, 27 September 2017.

Basri menyebutkan, bahwa perjalan kasusnya di Polres Bone itu dikatakannya cukup berliku-liku dan terkesan tertutup.

"Kesannya tertutup, belum lagi soal rekonstruksi yang sudah dua kali ditunda. Padahal saya selaku korban bersama salah seorang saksi selalu hadir, tapi yang tersangka malah tidak hadir," bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko yang dikonfirmasi Bonepos.com perihal kasus tersebut, hingga kini belum memberikan penjelasan.

BACA JUGA: Dua Tahun Berlalu, Kasus Penganiayaan Oleh Oknum Polisi di Bone Tak Kunjung Dituntaskan

Seperti yang diberitakan sebelumnya, penganiayaan yang dialami oleh Basri ini terjadi di tempat hiburan malam (THM) Venom, jalan Yos Sudarso, tahun 2015 lalu.

Saat itu dia yang tengah berada di dalam THM tersebut bersama beberapa rekannya, tiba-tiba dikeroyok oleh beberapa pengunjung, salah satunya adalah oknum polisi berpangkat Brigpol tersebut.

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Jumardi Ramling

Meikarta