Ujian Tertulis Calon Panwascam di Bone Lebih Mirip "Kerja Kelompok"

- Jumat, September 29, 2017
advertise pemkab bone
Ujian Tertulis Calon Panwascam di Bone Lebih Mirip "Kerja Kelompok"
Seleksi tertulis calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan di Kabupaten Bone, Sulsel peserta saling nyontek.

BONEPOS.COM, BONE - Pelaksanaan ujian tertulis seleksi calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Rabu 27 September 2017 kemarin diduga tidak sesuai dengan mekanisme dan tata aturan pelaksanaan ujian tertulis Panwascam.

Berdasarkan data yang dihimpun Bonepos.com, salah satu peraturan yang dilarang saat pelaksanaan ujian tersebut serta tidak diperkenankan untuk bekerjasama antar peserta dan membawa handphone (HP) kedalam ruang ujian.

Namun faktanya, pelaksanaan ujian tertulis seleksi Panwascam Bone yang berlangsug di Aula gedung Pesantren Biru, Jalan Jenderal Sudirman dan Gedung PGSD itu, seakan melabrak seluruh aturan yang telah ditetapkan, salah satunya larangan membawa dan menggunakan handphone didalam ruang ujian.

"Faktanya banyak yang pakai HP kedalam ruangan, bahkan mereka terang-terangan menggunakan internet dan mencari jawaban melalui bantuan Om Google (Seach Enggine)," ungkap salah seorang peserta ujian kepada Bonepos.com yang meminta namanya tidak dimediakan, Kamis, 28 September 2017.

Fakta lainnya lanjut Dia, meski ada pengawas yang telah ditunjuk namun mereka disebut tidak menjalankan tugasnya untuk mengawasi pelaksanaan ujian, begitu pula dengan para Komisioner Panwaslu Bone yang hadir di ruangan tersebut juga tidak memberikan teguran.

"Karena tidak ada larangan dan tidak ditegur akhirnya peserta bebas mau bagaimana saja, mau nyontek, duduk dilantai. Saya juga heran, karena ada juga yang bawa buku UU no. 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Pokoknya ini lebih mirip kerja kelompok," ujarnya.


Hal senada diungkapkan oleh salah seorang peserta lainnya yang berasal dari Kecamatan Dua Boccoe, Rudi Hartono, dia mengaku selama proses ujian berlangsung, sejumlah peserta tampak bekerja sama menjawab soal-soal.

Tidak hanya itu kata Dia, bahkan sejumlah peserta mengindikasikan terjadi kongkalikong dalam seleksi calon Panwascam ini, pasalnya saat pengumuman, panitia tidak mencantumkan nilai ujian para peserta yang dinyatakan lulus tes tertulis.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bone Hj.Jumria saat ditemui oleh Bonepos.com mengatakan, terkait ujian tes tertulis Panwascam yang diduga terjadi kerja sama antar peserta dan bahkan sampai menggunakan Handphone pada saat tes tersebut merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri pasalnya pesertanya banyak kemudian panitia juga terbatas untuk mengawasi peserta tersebut.

"Sebelum tes berlangsung panitia telah menyampaikan tata tertib, namun itu kembali dari kesadaran peserta. Dan terlebih lagi kita panitia juga hanya lima orang untuk mengawasi puluhan peserta satu persatu," kata Hj.Jumria, Jumat 29 September 2017.

Sementara terkait dengan hasil tes yang nilainya tidak dicantumkan pada saat pengumuman, Dijelaskan Jumria bahwa, itu memang tidak tercantum karena itu kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kalau persoalan nilai yang tidak dicantumkan pada saat pengumuman itu kewenangan dari Bawaslu, dan memang di Ranking peserta untuk dinyatakan lulus tes tertulis ini," katanya.

Untuk diketahui, Panwaslu Kabupaten Bone menggelar seleksi Panwascam yang akan bertugas pada Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. Sebanyak 477 peserta mengikuti ujian tertulis, yang digelar di dua tempat berbeda itu, Rabu kemarin.


Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Jumardi Ramling
Meikarta