Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Gula Aren di Sinjai

| 6 Oktober 2017 | 13.28 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Kemenristekdikti Kembangkan Inovasi Gula Aren di Sinjai

BONEPOS.COM, SINJAI - Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemenristekdikti bekerjasama dengan LP2M Unhas dan Pemda Sinjai melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) Klaster Sistem Inovasi berbasis Produk Unggulan Daerah (PUD) gula aren, di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Rabu 4 Oktober 2017 kemarin.

Diskusi Kelompok Terfokus dibuka oleh Bupati Sinjai Sabirin Yahya, selanjutnya diskusi dipimpin oleh Direktur Sistem Inovasi Kemenristekdikti Dr. Ir. Ophirtus Sumule, DEA.

Menghadirkan narasumber diantaranya,  Djoko Widagdo (Staf Khusus Kementerian LHK), Prof. Dr. Sudirman (Direktur Inovasi dan Risbang Unhas), Prof. Dr. Armin (Sekretaris LP2M Unhas), Muchsin, S.Hut., M.Si, (KLHK).

Selain itu Bahran Andang (Profesional Kebijakan Inovasi), Dr. Asar Said Mahbub dan Dr. Syahidah (Ketua Tim Klaster Gula Aren). Selain itu, FGD juga dihadiri oleh unsur pengusaha aren, Balitbangda dan kelompok petani aren hadir sebagai narasumber.

Potensi gula aren di Sinjai cukup besar,  dari lebih 44 ribu pohon aren yang menempati areal hutan kemasyarakatan (HKm), terdapat 21 ribu lebih pohon aren yang dapat berproduksi sepanjang tahun dan menjadi penyangga utama produksi gula aren Sulawesi Selatan.

Kasubdit Kemitraan Strategis dan Wahana Inovasi Dr. Kamsol mengungkapkan, bahwa FGD dilaksanakan untuk memantau progres, mempertajam substansi, merumuskan action plan dan tindak-lanjut pengembangan model klaster inovasi gula aren.

Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule menjelaskan, bahwa Model Klaster Inovasi berbasis PUD yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti lebih holistik dengan pendekatan model Quadruple Helix Etatistik melalui peningkatan peran, fungsi dan kerjasama antara Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, Industri/dunia usaha serta Masyarakat.

Industri atau dunia usaha sebagai salah satu elemen aktor inovasi, harus mampu mengadaptasi iklim dan etika bisnis yang sehat agar terbangun struktur industri yang kuat.

Sedangkan masyarakat/komunitas sebagai pihak pemakai barang dan jasa atau output ekonomi lebih menyadari pentingnya memakai produk dalam negeri yang menjadi feedback untuk perbaikan skema kolaborasi antaraktor inovasi. Demikian Kasubag Layanan Informasi Ditjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Juliardi memberitakan.

Penulis   : Yahya
Editor     : Rizal Saleem

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI