Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gema Desantara Persembahkan Pemuda Tani

| 29 Oktober 2017 | 16.34 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Gema Desantara Persembahkan Pemuda Tani, Minggu 29 Oktober 2017. 
BONEPOS.COM, JAKARTA - Gema Desantara menggelar pelatihan kepeloporan pemuda bidang pertanian organik dengan tema Pertanian Berbasis Kearifan Lokal. Kegiatan INI bertujuan selain untuk menyediakan SDM yang unggul di bidang pertanian, juga untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia.

Ketua Umum DKN Gema Desantara, Jaelani mengatakan dalam kegiatan ini bagaimana pemuda dilatih untuk dapat membuat pupuk sendiri berdasarkan potensi lokal yang dimiliki, selain itu mereka juga disiapkan untuk menjadi generasi petani di masa sekarang dan yang akan datang, pentingnya pemuda dilatih untuk bertani agar tercipta repitalisasi SDM pertanian yang sampai saat ini masih didominasi oleh kaum tua, sehingga keberadaan pemuda ini merupakan penyegaran SDM pertanian. Terlebih lagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi, potensi pemuda harus dikelola dengan baik, jika tidak, bonus demografi akan menjadi petaka bagi Indonesia.


Sekjend DKN Gema Desantara, Asep SB Ali menjelaskan, di tahun 2017 kegiatan ini akan dilakukan di 20 kabupaten di 7 Provinsi, dengan target capaian melahirkan 1000 pemuda kader pelopor pertanian organik. Dalam kegiatan ini, selain diberikan materi pelatihan di dalam kelas, juga dilakukan praktek lapangan bagaimana cara membuat pupuk organik dan cara penggunaannya.

Selain itu, untuk menjaga kesinambungan program, Gema Desantara juga akan melakukan pendampingan peserta setelah pelatihan. Pendampingan tersebut sangat penting untuk memastikan setelah mengikuti pelatihan, mereka betul-betul menerapkannya sehari-hari. “tidak hanya berhenti sampai pelatihan, kami akan terus mengawal dan mendampingi mereka hingga betul-betul menjadi pemuda pelopor di bidang pertanian organik”, Asep menegaskan.

Jaelani menambahkan, bahwa di luar sana banyak pihak yang meragukan, apakah masih ada pemuda yang mau bertani. Dari beberapa kegiatan yang telah kami lakukan ternyata sebagian besar peserta pelatihan yang notabene berusia 16-30 tahun ternyata memang betul-betul sebagai petani. Ini tentu menjadi hal yang sangat baik untuk sinergitas dan kesinambungan program kedepan.

Jaelani juga menunjukkan, bahwa salah satu kegiatan yang kami laksanakan di Kabupaten Bulukumba – Sulawesi Selatan yang saat ini masih berlangsung dari tangal 27 hingga 29 Oktober 2017, kegiatan ini dibuka oleh Bupati Bulukumba, Bapak A.M Sukri A. Sappewali.

Pada sesi dialog antara Bupati dengan peserta kegiatan, Bapak Bupati Bulukumba sangat antusias sekali melihat peserta pelatihan.

Bahkan beliau berjanji dan berkomitmen untuk mendukung penuh program ini dengan menjanjikan pembangunan infrastruktur jalan, sistem perairan yang baik, sarana dan prasarana yang dibutuhkan, menyediakan lahan pertanian, sampai berjanji untuk mengkampanyekan hasil pertanian organik ini untuk di konsumsi oleh masyarakat Kabupaten Bulukumba, khususnya kepada pegawai di lingkungan Pemda Kabupaten Bulukumba.

Menurut Jaelani, Bupati tidak mungkin memberikan janji dan komitmen yang besar kepada peserta kegiatan kalau Beliau tidak yakin pemuda mau bertani. Pada momentum Hari Sumpah Pemuda tahun ini, tentu ini menjadi persembahan terindah dari pemuda untuk NKRI. “jangan ragukan pemuda, mereka ada, dan siap bertani”. Tegas jaelani dengan penuh semangat.

Bupati Bulukumba, A.M Sukri A. Sappewali sangat mengapresiasi kegiatan yang dihelat oleh DKN Gema Desantara di Kabupaten Bulukumba ini. Bupati berharap pembentukan kader ini bisa menjadi wadah dalam peningkatan hasil pertanian di Bulukumba.

“Saya berharap Pemuda di sini bisa membuat pertanian percontohan agar produksi hasil pertanian kita bisa meningkat setiap tahunnya. Saya siap membantu dalam hal sarana dan prasarana”, tegas AM Sukri.

Dalam sambungan Video Conference, Menteri Pemuda dan Olahraga, Bapak H. Imam Nahrawi juga menyampaikan apresiasi yang besar kepada Bupati Bulukumba karena tidak henti-hentinya memberikan dukungan dan semangat kepada generasi muda guna peningkatan hasil pertanian di Bulukumba.

Soffi Poppiati, selaku Kepala Bagian Pengembangan Desa dan Daerah Tertentu Kemenpora RI yang mewakili Kemenpora RI dalam kegiatan di Kabupaten Bulukumba dalam sambutannya berharap kegiatan ini mampu menciptakan pemuda yang aktif, kreatif, dan inovatif guna meningkatkan hasil produksi pertanian. Ia menyebut gula dan bawang bisa jadi pupuk, nasi basi bisa jadi pupuk, bahkan sisa tulang ikan pun bisa dijadikan pupuk. Ini betul-betul sesuai tema kegiatan, yaitu pertanian berbasis kearifan lokal.

Di akhir kegiatan, Jaelani dalam sambutannya menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang besar kepada Kemenpora RI yang telah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan yang sedang berlangsung di 20 Kabupaten selama bulan Oktober – November 2017. Jaelani juga berharap kegiatan seperti ini harus dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya. Tidak cukup hanya 1000 pemuda, dengan luas geografis dan konsumsi pangan yang besar, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemuda yang terjun ke dunia pertanian.

Selain itu, Jaelani juga mengatakan bahwa urusan pertanian bukan hanya menjadi urusan Kementerian Pertanian, “ini menjadi tugas bersama seluruh stake holder, baik pemerintah maupun swasta. Tidak hanya menjadi tanggungjawab Kementerian Pertanian, juga menjadi tanggungjawab Kemenpora RI, Kementerian Desa, PDTT RI, Kementerian Tenaga Kerja RI, juga seluruh pemerintah daerah wajib bahu membahu untuk mewujudkan kedaulatan dan keamanan pangan nasional”, tegas Jaelani.

Editor     : Risal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI