Rangkuman Berita Menarik Bonepos 1 - 7 Oktober 2017

| 7 Oktober 2017 | 20.55 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:



Bonepos.com telah merangkum beberapa berita menarik minggu ini 1-7 Oktober 2017. Berikut beritanya:

1. Pelaksanaan Seleksi Tertulis Calon Anggota Panwascam di Bone Amburadul

Seleksi tertulis calon Anggota Panitia Pengawas Kecamatan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dinilai amburadul.

Pasalnya, ujian yang berlangsung di aula Pesantren Biru, Jalan Jenderal Sudirman Watampone, Rabu, 27 September 2017 kemarin itu, diwarnai aksi saling nyontek antar peserta.

Tidak hanya itu, bahkan ada peserta yang membawa handphone kedalam ruang ujian sambil search jabawan melalui internet alias googling.

Amburadulnya pelaksanaan ujian calon Panwascam ini terkuak setelah sejumlah peserta memperlihatkan foto -foto aksi saling contek peserta saat ujian tengah berlangsung.

"Saya juga heran kenapa panitia tidak ada yang menegur,  begitu juga dengan pengawas tidak ada yang menegur," ungkap salah seorang peserta ujian yang enggan namanya dimediakan, Kamis, 28 September 2017.

Akibat tidak adanya teguran dari panitian maupun pengawas lanjut sumber, menyebabkan banyak peserta yang bebas lihat HP googling, bawa catatan hingga bawa buku UU no. 10 tahun 2016 tentang Pilkada.


2. Lagi, Seorang Pemuda Ditikam di Depan KFC Bone

Seorang pemuda ditikam di depan restoran cepat saji, Kentucky Fried Chicken (KFC) Watampone, jalan Ahmad Yani, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Oktober 2017, sekira 00,30 WITA dini hari.

Berdasarkan data yang dihimpun Bonepos.com, pemuda yang ditikam tersebut menganakan baju kaos hitam dan saat ini tengah berada di Instalasi Rawat Darurat (IRD), RSUD Tenriawaru, Bone.

Pemuda yang sementara belum diketahui identitasnya itu, mengalami sejumlah tikaman pada bagian tubuhnya, diantaranya bagian kepala, kaki, tangan dan telinganya.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan warga dan sejumlah karyawan gedung KFC Bone nampak berkerumun dihalaman parkir KFC.


3. Parah! Oknum Polantas di Bone Tilang Pengendara Gara-gara Ban Serep Botak
Seorang sopir mobil bernama Abd Azis (27), warga Desa Passippo, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, merasa sangat kecewa dengan tindakan oknum Polisi Lalu Lintas Polres Bone, pasalnya Surat Kendaraan miliknya disita lantaran Ban Cadangan mobil yang dikendarainya sedikit botak.

Kejadian tersebut ia alami kemarin pada hari Selasa 03 Oktober 2017 sekitar pukul 15.00 Wita di Desa Ajjalireng, kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone.

Saat dikonfirmasi oleh Bonepos.com, Abd Azis mengatakan bahwa menurutnya hal tersebut di luar dari kewajaran, karena dirinya merasa lengkap namun oknum polisi tersebut tetap memberikan surat tilang.

"Saya juga heran, kenapa SIM dan STNK diambil dan diberikan surat tilang, padahal semuanya lengkap. Oknum polisi lalu lintas itu bilang saya ditilang karena ban serep saya botak, tidak masuk akal sekali. Masa ditilang hanya gara-gara seperti itu." Kata Abd Azis, Rabu 4 Oktober 2017.

Lanjut Abd.Azis, awalnya setelah pemeriksaan dan oknum polisi lalu lintas tersebut hendak memberikan surat-surat miliknya namun salah seorang teman dari oknum tersebut berteriak "itu ban serepnya".


4. 3 Bus Jamaah Haji Asal Bone Mogok di Tompo Ladang Maros

edatangan rombongan Jamaah Haji Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan di Masjid Al Markas Al Marif jalan Ahmad Yani, Watampone, dipastikan molor dari jadwal, Jumat malam, 6 Oktober 2017.

Pasalnya, 3 (tiga) unit bus yang ditumpangi jamaah haji Kloter 35 Makassar atau Kloter 2 Bone itu mogok saat melintasi jalan pendakian di Tompo Ladang, di Kecamatan Mallawa Kabupaten Maros. sekira pukul 20.00 WITA.
Meikarta

Pendamping Jamaah Haji asal Bone, H Agung yang dikonfirmasi, membenarkan. Menurutnya tiga bus yang ditumpangi Jamaah Haji tersebut mengalami kerusakan pada kampasnya sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan.

"Habis kampasnya, jadinya tidak bisa jalan dan mogok disini (Tompo Ladang)," ungkap H Agung kepada Bonepos.com, baru saja.

Saat ini kata H Agung, seluruh Jamaah terpaksa turun dari bus dan memilih duduk dipinggir jalan lantaran kepanasan didalam bus.


5. Andi Mappamadeng Resmi Mengundurkan Diri dari PDIP

Andi Mappamadeng Dewang membenarkan telah menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bone, kepada Ketua DPW PDIP, Jumat 6 Oktober 2017 kemarin.

Mundurnya Mappamadeng dari partai yang telah dibesarkannya selama dua periode itu cukup beralasan, yakni tidak adanya rekomendasi dukungan dari PDIP untuk dirinya maju bertarung di Pilkada Bone 2018 mendatang.

"Iye ndi', karena partai tidak memberi rekomendasi untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati atau Wakil Bupati Bone," kata Mappamadeng saat dihubungi Bonepos.com, melalui ponselnya, Sabtu 7 Oktober 2017 sore tadi.

Mantan Anggota DPRD Bone yang juga merupakan dose ini membeberkan, bahwa partai besutan Megawati Soekarno Putri itu lebih memilih untuk mengusung bakal calon Bupati lain ketimbang kader partainya sendiri.

"Partai lebih memilih mengusung calon lain ketimbang kadernya sendiri, saya rasa kita juga tahu siapa orangnya. Jadi mau tidak mau saya harus mundur," bebernya.

Meski demikian, lanjut Mappamedeng, dirinya tetap akan maju bertarung di Pilkada Bone dengan melalui jalur perseorangan atau Independen. Bahkan dalam waktu dekat akan menggelar deklarasi.

"Insya Allah. Saya akan melalui jalur independen. Saya telah menyatakan kesiapan saya untuk mendampingi dr Umar. Saat ini kami tengah mempersiapkan segala persyaratannya untuk maju di Pilkada Bone," jelasnya.

Editor     : Rizal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI