Terungkap! Kasus Pengeroyokan Warga di Bone Diduga Libatkan 4 Oknum Polisi

| 10 Oktober 2017 | 00.28 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Oknum Polisi, Polres Bone, Pengeroyokan

BONEPOS.COM, BONE - Teka-teki dibalik kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial HAB terhadap Basri, warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, secara perlahan akhirnya terkuak.

Basri yang ditemui Bonepos.com di Mapolres Bone, Senin, 9 Oktober 2017 menyebutkan bahwa kasus penganiayaan yang dialaminya itu tidak hanya melibatkan satu orang oknum Polisi saja, melainkan tiga orang oknum Polisi lainnya juga ikut terlibat.

"Sebenarnya bukan satu orang saya laporkan, melainkan 4 orang oknum. Disini saya heran kenapa cuma satu orang tersangka, (HAB), sementara dalam BAP, keterangan saksi korban dan hasil gelar perkara itu ada 4 orang, semuanya oknum Polisi," bebernya.

Dia menjelaskan, bahwa dalam reka ulang atau rekonstruksi yang digelar di Mapolres Bone, Senin siang tadi, dirinya memperagakan adegan dimana keempat orang oknum Polisi menganiayanya. Mulai dari yang mencekik hingga yang memukulnya secara membabi buta.

"Saya peragakan semua, saya beberapa kali melakukan protes, karena banyak yang tidak sesuai yang mereka peragakan saat kejadian di Tempat Hiburan Malam (THM) Venom waktu itu, termasuk pasal yang disangkakan yakni pasal 351 bukan 170," sebutnya.

Basri yang didampingi oleh kuasa Hukumnya Ali Imran, menyebutkan, tiga dari empat terduga pelaku pengeroyokan terhadap dirinya itu hadir dalam reka ulang dilakukan oleh pihak Polres Bone.

"Tiga orang hadir, yakni HAB, AR dan RS, yang tidak hadir itu KM. Saya juga tidak tahu kenapa dia tidak datang," sebutnya.

Basri berharap, pihak Polres Bone yang menangani kasusnya tersebut, bersikap profesional dan jangan terkesan ada yang ditutup-tutupi, mengingat terduga pelaku adalah oknum Polisi. Menurutnya, dimata hukum semua warga Negara sama.

"Harus profesional, kalau bersalah jangan dilindungi apalagi ditutup-tutupi. Sampai hari ini saya  masih trauma. Kapolres harus tegas," tegasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko, yang mencoba dikonfirmasi tidak berhasil. Pesan yang dikirimkan Bonepos.com melalui What's App (WA) nya tak kunjung dibalas, begitu pulas saat dihubungi melalui ponselnya, aktif tapi tidak diangkat.

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Rizal Saleem

Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI