Warga Protes Oknum Pegawai Samsat Sinjai yang Tagih Pembayaran di Rumah Makan

| 4 Oktober 2017 | 16.05 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Ilustrasi.
BONEPOS.COM, SINJAI - Setelah sebelumnya mencuat di publik perihal kabar dugaan pungli, kini  Samsat Sinjai lagi-lagi menuai sorotan. Seorang pemilik kendaraan berinisial TN, mengaku mendapat pelayanan kurang pantas dari pagawai Samsat.

TN mengaku, dirinya menuturkan, ketika sedang makan di sebuah warung bersama keluarganya, tiba-tiba didatangi oleh oknum pegawai Samsat Sinjai dan langsung menagih pajak STNK miliknya yang sudah terlambat.

Menurut TN, tidak selayaknya seorang pegawai Samsat melakukan hal demikian. Menurutnya, cara seperti itu tidak pantas dan membuat dirinya malu.

"Mungkin lebih beretika seandainya ia menunggu sampai saya selesai makan, jangan main nyelonong begitu dong. Saya ini sementara makan bersama keluarga dan tiba-tiba dia datang dengan pakaian dinas dan langsung menagih di depan meja makan saya. Secara pribadi saya merasa terusik dan merasa malu, terutama dengan keluarga saya. Sebagai orang bugis tentu kita masih memiliki adat sipakatau dan sipakalebbi, bukan dengan cara-cara yang tidak beretika seperti itu," kata TN.

Terpisah, saat ditanya terkait masalah tersebut, Arwin, Kepala Unit Pelayanan Terpadu UPT Samsat Sinjai yang dihubungi Bonepos.com, mengatakan bahwa apa yang terjadi antara pihaknya dan salah satu pemilik STNK kendaraan berinisial TN tersebut hanya persoalan komunikasi dan tidak ada unsur kesengajaan untuk mempermalukan pihak TN.

Kendati demikian, Arwin pun tidak  menampik jika apa yang dilakukan oleh salah satu oknum anggotanya itu merupakan perbuatan yang keliru.

"Perlu kami jelaskan pak, bahwa jauh sebelum kami melaksanakan operasi penagihan pajak STNK di Sinjai, kami sudah melakukan pertemuan atau rapat internal terkait tata cara pelaksanaan operasi dilapangan. Jadi kami menganggap bahwa apa yang telah terjadi di warung makan itu, hanya masalah komunikasi saja dan perbuatan itu dilakukan oleh oknum." Ungkap Arwin.

"Kami memang telah berupaya melakukan penagihan pajak kendaraaan melalui cara rumah ke rumah. Namun dalam kondisi seperti yang dialami TN, sebaiknya kita perlu melihat dan membaca situasinya. Jika perlu kita menunggu setelah yang bersangkutan selesai makan," tutup Arwin.

Penulis   : Suparman Warium
Editor     : Rizal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI