Aliansi Mahasiswa STKIP Lakukan Demo, Inilah Tuntutannya

| 1 November 2017 | 21.38 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Aliansi Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Halaman Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone.
BONEPOS.COM, BONE - Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Halaman Kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bone pagi tadi Rabu 01 November 2017 pukul 10.00 Wita.

Dalam aski demonstrasi tersebut puluhan mahasiswa membakar ban bekas sambil berorasi menyampaikan aspirasinya di hadapan birokrasi kampus.

Koordinator Lapangan dalam Aliansi Mahasiswa ini Aswan mengatakan bahwa ada lima tuntutannya diantaranya adalah meminta pihak birokrasi kampus untuk memutuskan hubungan kerjasama dengan Sekolah Yogyakarta dan memformulasi ulang mekanisme magang, meminta agar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) segera dihadirkan, meminta birokrasi kampus menindak tegas dosen-dosen yang menjual buku kepada mahasiswa, kemudian menindak tegas dosen yang melakukan kuliah maraton, dan menindak tegas oknum yang melakukan pungli.

"Tindakan ini jelas sangat meresahkan mahasiswa dan juga sebagai faktor menurunnya jumlah mahasiswa pada tahun ini, selain itu dinamika di STKIP Muhammadiyah Bone ini sudah cukup jelas namun tidak ada tindak lanjut dari birokrasi dan ini merupakan salah satu bentuk penegasan atas lemahnya birokrasi kampus, ketika dalam jangka waktu dua minggu aspirasi kami tidak ditindak lanjuti maka kami akan kembali melakukan aksi demonstrasi".kata Aswan kepada Bonepos.com

Selain itu Pihak Kampus Muhammad Safar saat dikonfirmasi oleh Bonepos.com menuturkan bahwa tindakan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi merupakan sebuah kewajaran karena pada dasarnya mahasiswa adalah sosial control namun menurutnya ada proses yang lebih efektif yakni berdiskusi dengan pihak birokrasi kampus dengan membawa beberapa tuntutannya.

"Mengenai aksi demonstrasi itu hal yang sudah lumrah karena itu sudah menjadi tugas mahasiswa sebagai pengontrol sosial, namun sebenarnya ada proses yang lebih efisien yakni berdiskusi dengan pihak kampus dan membawa aspirasinya sebagai bahas diskusi bersama".kata Muhammad Safar

Lanjut Wakil Ketua I STKIP ini mengatakan bahwa terkait dengan tuntutannya yang salah satunya adalah terkait oknum dosen memperjual belikan buku, menurutnya itu tidak menjadi masalah.

"Kalau dosen jual buku kepada mahasiswa untuk sebagai acuan dalam proses pembelajaran tidak jadi masalah, dan bahkan mungkin hampir disetiap perguruan tinggi seperti itu. Nah, yang salah ketika dosen memberikan nilai buruk kepada mahasiswa ketika tidak membeli buku dalam hal ini menekan mahasiswa".tutup Muhammad Safar

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Risal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI