Chuduriah, Dinilai Penentu Kalah Menang di Pilkada Polman

| 29 November 2017 | 13.14 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Chuduriah, Dinilai Penentu Kalah Menang di Pilkada Polman
BONEPOS.COM, POLMAN - Panggung politik Polman memasuki pilkada serentak 2018 semakin seru dan gencar menjadi pokok perbincangan hampir seluruh lapisan masyarakat.

Agenda yang jadi fokus diskusi adalah siapa sosok wakil bupati yang paling ideal mendampingi para calon bupati.

Nama Rektor Unasman, Dr.Chuduriah Sahabuddin, M.Si beberapa bulan terakhir ini diprediksikan kalangan kalau akan menjadi penentu kalah atau menang bagi pasangan calon bupati Polman lima tahun ke depan.

Dosen Fakultas Keguruan Ilmu Penddikan (FKIP) Unasman, Mutmainnah, S.Pdi, M.Pd ditemui media, Selasa malam (28/11/2017) menegaskan, wacana berkembang di tengah masyarakat Polman, sosok Chuduriah dinilai jadi faktor kuat dan penentu kemenangan pilkada, bagi siapa saja calon bupati jadi duet pasangan selaku wakil.

Figur doktor sosiologi  politik PPs-UNM ini, pada Pilkada Polman 2014 berpasangan selaku wakil dari Muh Asri Anas, mampu meraup suara dukungan 28.701 suara atau 13,30 persen.

Selain modal politik yang tetap dirawat tersebut, selaku satu-satunya balon wakil bupati perempuan, dianggap selaku figur kuat peduli gender, sehingga akan mendapat simpati sesama pemilih perempuan, tandas Ketua Prodi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP Unasman ini.

Modal jaringan sosial lainnya  dimiliki adalah, civitas akademika kampus selaku Rektor Unasman. Jaringan alumni, mahasiswa, dosen dan pegawai menyebar ke seluruh pelosok Polman dan Sulbar.

Chuduriah juga salah seorang anak kandung ulama yang sangat dihormati di Tanah Mandar, Prof. Dr.H. Sahabuddin, yang mengajarkan kearifan tasauf Tarekat Qadiriyah, tegas kandidat doktor ilmu pendidikan PPs-UNM ini.

Pengikut tarekat ini menyebar luas di seluruh lapisan masyarakat Polman, sangat fanatik dan setia. Modal kultural itu, semakin memberi kekuatan dukungan dengan beragam elemen di masyarakat.

"Chuduriah masuk dalam pusaran pertarungan politik, tidak lari kosong tapi membawa sendiri kekuatan modal sosial dan kultural yang terbilang cukup besar  dan kuat, katanya. (yahya)

Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI