Demokrat Konsolidasi Akbar di 308 Kecamatan Menangkan IYL-Cakka

| 28 November 2017 | 15.08 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Demokrat Konsolidasi Akbar di 308 Kecamatan Menangkan IYL-Cakka
BONEPOS.COM, MAKASSAR - Tak butuh waktu lama bagi Partai Demokrat untuk memanaskan dan menggerakkan mesin politiknya di Sulsel. Pasca-memutuskan tetap mendukung Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka), partai bentukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini,  siap bergerak cepat mengawal pasangan yang dikenal komitmen.

Ketua OKK DPD Demokrat Sulsel, Zulkarnain Paturuni mengatakan, setelah DPP memutuskan bulat ke IYL-Cakka, maka pihaknya saat ini segera mempersiapkan rapat konsolidasi untuk menggerakkan semua infrastruktur yang dimiliki partai dalam mengawal pasangan yang masing-masing punya pengalaman sebagai bupati dua periode.

“Kita segara rakor (rapat koordinasi) sepulangnya Ketua DPD (Ni’matullah) dari Jakarta. Kami akan mematangkan berbagai persiapan konsolidasi akbar Partai Demokrat,” kata Zulkarnain kepada wartawan, Selasa 28 November 2017.

Menurut dia, dalam konsolidasi akbar menyambut event politik di Sulsel, baik pilgub maupun pilkada serentak di 13 kabupaten/kota 2018 mendatang, pihaknya akan memanaskan mesin di 308 kecamatan se-Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan kepada semua pengurus dan kader untuk mengawal dan memenangkan IYL-Cakka di Pilgub Sulsel 2018 mendatang.

Mantan Presiden RI ini, bahkan tak mempermasalahkan jika Punggawa Macakka maju lewat independen.

Demokrat di bawah kepemimpinan SBY, sangat memahami situasi yang dihadapi IYL-Cakka. Sehingga untuk ikut menyelamatkan demokrasi di Sulsel, partai pemilik 11 kursi di DPRD Sulsel ini memilih tetap bertahan di IYL-Cakka.

Itu dimaksudkan, agar kompetisi di Pilgub Sulsel berjalan tetap wajar dan patut, sehingga demokrasi semakin baik dan matang.

“Kami di Demokrat berkomitmen untuk ikut merawat cara berkompetisi yang wajar dan patut,” pungkas Ulla, sapaan akrab Ni’matullah, menirukan pesan SBY.

Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI