Jumlah Penderita Tertinggi di Dunia, Pemeritah Perlu Cara Baru Hadapi Kanker Serviks

- Jumat, November 10, 2017
advertise pemkab bone
Jumlah Penderita Tertinggi di Dunia, Pemeritah Perlu Cara Baru Hadapi Kanker Serviks

BONEPOS.COM, JAKARTA - Perempuan sangat rawan terhadap penyakit kanker terutama kanker serviks. Di Indonesia, penyakit ini telah menyumbang kematian yang cukup besar. 

Dari data Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan RI disebutkan, setiap harinya 58 wanita terkena kanker serviks, dan 26 wanita di antaranya meninggal dunia.

Data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan, Indonesia menjadi negara dengan jumlah penderita kanker serviks dengan angka tertinggi di dunia.

"Setiap hari ada 40 perempuan yang terdiagnosa kanker serviks atau kanker mulut rahim ini. Sebanyak 20 di antaranya meninggal. Karena penyakit ini sangat mematikan maka harus ada upaya yang massif dalam pencegahannya," kata anggota Komisi IX DPR RI Amelia Anggraini saat membuka acara Bakti Sosial Tes IVA Gratis di Gondangdia Lama, Jakarta Pusat, Jumat 10 November 2017

Yang menjadi soal kemudian, Amelia melanjutkan, data BPJS Kesehatan menyebutkan, tahun 2016 lalu Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) untuk kanker serviks mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp 56,5 miliar.

Sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp 87,1 miliar.

"Tetapi, adanya BPJS Kesehatan pun ternyata belum cukup menanggung beban biaya pasien kanker," ungkapnya.

Menurut politisi NasDem ini, kenyataan tersebut membuat pemerintah harus memikirkan cara baru untuk menangani pasien penyakit kanker di Indonesia.

"Cara yang memang harus bisa menekan peningkatan penderita kanker, terutama kanker serviks di Indonesia," imbuh Amelia.

Dalam hematnya, kegiatan-kegiatan preventif harus semakin digalakkan oleh pemerintah sebagai salah satu cara menekan penderita kanker serviks.

"Seperti tes IVA gratis ini, bisa menjadi cara untuk mengurangi angka penderita kanker serviks. Selain itu juga bisa mengurangi biaya penanganan sehingga bisa membantu mengurangi defisit anggara BPJS," ujarnya.

Penulis   : Ilham Iskandar
Editor     : Jumardi Ramling
Banner Ops Zebra Polres Bone