NCID : Aneh Rakyat Menjerit Elektabilitas Melejit

| 30 November 2017 | 15.23 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
NCID : Aneh Rakyat Menjerit Elektabilitas Melejit
BONEPOS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, menyimak beberapa hasil kajian lembaga survei beberapa waktu mengenai elektabilitas Jokowi dengan menempatkan posisi Jokowi teratas sungguh jauh panggang daripada api.

Pasalnya, secara ekonomi, hingga penegakan hukum kinerja pemerintah jauh dari harapan, bahkan sangat mengejutkan disaat banyak kebijakan tidak populis yang dikeluarkan namun elektabilitas Jokowi masih tinggi.

“Ini menarik, beberapa hari yang lalu ada survei yang menyatakan sebaliknya dengan hasil yang sangat menyebutkan dan menempatkan Prabowo sebagai kandidat terkuat lawan Jokowi di Pilpres 2019 dengan elektabilitas jauh diatas Jokowi. Meskipun perhelatan Pemilu dan Pilpres masih jauh, namun dari hasil kajian beberapa lembaga survei tersebut perlu diwaspadai oleh Jokowi juga Prabowo, mengingat konstelasi politik dapat berubah dengan cepat dan segala kemungkinan kedepan bisa saja kembali terjadi perubahan," ungkapnya.

Jajat menilai, kebijakan pemerintahan Jokowi-JK terbukti hanya menyasar kalangan atas seperti percepatan infrastruktur namun setelah jadi Jokowi bermaksud melelang dengan dalih untuk menutupi anggaran pembangunan lainnya, padahal disatu sisi untang negara terus membengkak.

Sementara segmen menengah kebawah tidak merasakan dampak berarti dari kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Hal ini meliputi kebijakan ekonomi yang berjilid-jilid terbukti gagal menaikan daya beli masyarakat, bahkan yang lebih parahnya hingga menimbulkan banyaknya toko-toko yang gulung tikar. Ini jelas menjadi bukti bahwa program ekonomi pemerintahan Jokowi-JK gagal.

“Sangat sulit menakar elektabiltas Jokowi yang terus melejit namun berbanding jauh dengan kenyataaan kondisi masyarakat, kebijakan menaikan tarif dasar listrik, Kenaikan BBM, Pajak dan pengangguran yang meningkat, menurut saya sangat wajar jika dukungan kepada Prabowo sebagai rival Jokowi terus meningkat dengan harapan akan perubahan yang lebih baik”, tutup Jajat.

Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI