OPINI : Revitalisasi Masjid di Era Modern

| 29 November 2017 | 12.10 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Revitalisasi Masjid di Era Modern
Rani Afriliasari
BONEPOS.COM - Masjid dalam pemahaman sebagian masyarakat muslim hanyalah sebagai tempat sholat. Pemahaman tersebut sering kita temukan baik di kota hingga ke desa-desa. Masjid akan ramai hanya ketika sholat lima waktu.

Bahkan terkadang ada masjid secara fisik terlihat megah, besar, indah dan bersih akan tetapi jamaahnya hanya satu sampai lima orang. Padahal hakikat sebuah masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun pula menjadi pengukur dan indikator dari kesjahteraan umat baik lahir maupun batin.

Fenomena masjid yang terjadi saat ini menunjukkan fungsi dan perannya tidak lagi terarah sesuai dengan harapan zaman kekinian. Masjid masih memiliki pengertian yang sangat sempit, hanya sebagai tempat aktifitas sholat yang ritmenya masih kalah jauh dibanding ruang publik lain yang bersifat umum.

Disamping itu, pembangunan masjid yang semakin marak pun tidak diikuti oleh mutu pemberdayaan, sehingga masjid terkesan tidak dapat memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Masjid pada zaman Rasulullah Muhammad SAW sangatlah sederhana tetapi memiliki fungsi dan peran yang baik seperti menjadikan masjid sebagai pusat dakwah, pusat ibadah, pusat kegiatan umat, pusat pendidikan dan pembinaan, pusat pemerintahan, pusat informasi, pusat konsultasi, pusat rehabilitasi, pusat zikir dan masih banyak lagi yang lain.

Salah satu penyebab terjadinya pergeseran fungsi dan peranan masjid saat ini akibat minimnya pemahaman pengelola sumber daya manusia (ta’mir) masjid dalam mengelola masjid di era modern yang tetap berpedoman pada era periode awal Islam.

Mengelola masjid pada masa sekarang memerlukan ilmu dan keterampilan manajemen, perencanaan, strategi dan model evaluasi dalam manajemen masjid modern.

Jika masjid di era modern ini memainkan peranan-peranannya dengan baik sebagai pusat kegiatan umat, maka dimungkinkan dapat menjadi pranata sosial Islam sekaligus media rahmatan lilalamin dan dapat menjawab tantangan dan problematika umat saat ini.

Rani Afriliasari
Mahasiswa Magister Studi Islam
Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta

Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI