Pete-Pete Makassar Menuju Tepi Zaman

| 16 November 2017 | 11.44 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pete-Pete Makassar Menuju  Tepi  Zaman
BONEPOS.COM, MAKASSAR - Kurun waktu  panjang, pete-pete menjadi raja jalanan di Kota Metropolitan Makassar. Pete-pete ini adalah istilah lain dari angkutan kota. Alat transportasi  ini telah hadir semenjak Makassar mengalami pertumbuhan dan perubahan yang sangat cepat di era 1980-an.

Seiring dengan perkembangan kota, kehadiran pete-pete semakin dibutuhkan guna memperlancar mobilitas warga kota beraktifitas keseharian. Cerita dan berita perilaku sopir pete-pete ini juga semakin banyak  terekam,  terkait  sikap dan perilaku ugal-ugalan di jalanan.

Walau kondisi dan ceritanya demikian, tetapi kehadirannya tetap menjadi kebutuhan warga Kota Makassar. Raja jalanan ini mulai terusik saat  hadir usaha taksi menggunakan argo sehingga peran strategi pete pete ini mulai tergeser.

Perubahan penggunaan taksi ini,  walau  tarif  relatif berbeda dengan pete pete tetapi konsumen tetap banyak memilih,  terutama yang butuh kecepatan urusan terselesaikan, sekaligus menghindari kemacetan.

Era taksi ini memberi pilihan bagi warga kota menggunakan angkutan yang lebih nyaman dan aman serta lebih cepat tiba pada tujuan. Beberapa tahun terakhir ini taxi sebagai salah  satu angkutan menjadi pilihan banyak warga.

Angkutan pete-pete rupanya tetap bertahan  dengan gerusan zaman yang sangat keras dan kuat. Pada sisi lain, kondisi fisik pete-pete juga sangat memprihatikan kondisi  dalam berpuluh tahun tidak pernah mengalami peremajaan.

Akibatnya, pete-pete laksana besi tua, rinsek dan rongsokan yang berjalan dengan kondisi tidak nyaman, karena tidak pilihan lain maka warga secara terpaksa menggunakan angkutan  tersebut.

Kondisi pelayanan pete-pete yang kadang tidak nyaman dan mengenakkan tersebut, pada dua tahun terakhir ini  kembali mengalami goncangan  sangat luar biasa,  dengan kehadiran alat transportasi memassal  menggunakan sistem berbasis online.

Sejumlah perusahaan pengguna angkutan online tiba-tiba hadir di depan mata.  Dimulai pemunculan perusaahan asli Indonesia, bernama  GO-JEK kemudian diikuti  perusahaan asing  bernama Grab.

Kehadiran transportasi online itu   menjadi saingan sangat berat dan sulit dilawan oleh angkutan pete-pete,  yang telah bertahun-tahun menguasai angkutan penumpang umum di Makassar.

Memasuki tahun 2017 tingkat persaingan pete-pete semakin sangat kerass,  karena semakin  mudah  warga  menggunakan GO-JEK, GrabBike, Gocar, dan Grab Taxi hanya dengan memesan melalui aplikasi,  tanpa harus berjalan kaki dengan berpanas-panasan sama kalau  menunggu pete-pete.

Transportasi online ini begitu merugikan pete-pete dan  sudah  menguasai Makassar. Para sopir  pete pete  merasakan efeknya,  mulai berkurang penghasilan karena terbatasnya penumpang.

Ketertarikan warga Makassar menggunakan transportasi online karena mudah untuk di akses, serta menggunakan fasilitas   mewah, memiliki AC, dan terutama kenyamanan penumpanh. Sisi   lain, keunggulannya, harga atau tarif yang relatif murah di tawarkan oleh aplikasi ini baik dengan jarak berkilo-kilo meter.

Pada kondisi kekinian nasib pete-pete, laksana sedang berdiri di tepi jaman, jika tidak secepatnya melakukan penyesuaina diri maka nasibnya akan ditelan waktu. Kemudian pada akhirnya akan menjadi kenangan dan cerita masa lalu.

Penulis : Novita Sari
Mahasiswa Komunikasi
Universitas Muslim Indonesia Makassar

Editor     : Jumardi Ramling
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI