Prof Andalan Dikerumuni Warga Parepare

- Minggu, November 12, 2017
advertise pemkab bone
BONEPOS.COM, PAREPARE - Dalam perjalanan menuju peresmian posko pemenangan dibeberapa daerah bagian utara Sulawesi Selatan, seperti Pinrang, Enrekang, Tana Toraja (Tator) dan Toraja Utara, bakal calon gubernur Sulsel 2018 - 2023, Nurdin Abdullah tiba-tiba berhenti di salah satu pasar tradisional Kota Parepare, yakni Pasar Senggol. Minggu 12 November 2017.

Hal itu dilakukan bupati Bantaeng dua periode tersebut, untuk sekedar mempertanyakan kondisi pangan sembari membeli beberapa tangkapan laut dan rempah-rempah di tanah kelahirannya yang juga kota asal presiden Republik Indonesia ke 3, BJ Habibie.

Lukman, salah seorang pedagang rempah-rempah di pasar senggol berharap kehadiran Nurdin Abdullah yang juga bakal calon gubernur Sulsel agar mampu menjaga harga tetap pada kisaran normatif.

"Bagus ini datang pak prof, bisa saya minta juga harga tetap normal, kan kalo bawang merah besar itu 15 ribu per kilo, kalo kecil 10 ribu, sedangkan lombok kecil itu 1/2 kilo 15 ribu, 10 ribu 1 kilo lombok besar, jadi kita minta dan harap tetap normal kedepannya, jangan sampai kayak kemarin-kemarin turun sampai 6 ribu," Ujarnya.

Sementara, Kasri Kaco yang berjualan hasil laut seperti ikan, cumi dan udang mengatakan kedatangan guru besar Universitas Hasanuddin itu sontak membuatnya terkejut, jika biasanya hanya ia saksikan di televisi dan surat kabar, kini ia dapat berjabat tangan, ia pun menerangkan Nurdin Abdullah tak dapat dipisahkan dengan Kabupaten Bantaeng.

"Kaget ka, biasa saya lihat di televisi atau di koran, sekarang ada disini beli ikan ku, kalo bicara Prof. Nurdin berarti bicara Bantaeng, kalo bicara suksesnya Bantaeng berarti ada pak Nurdin dibelakangnya," Pungkasnya diiringi jabat tangan.

Kehadiran Nurdin Abdullah (NA) juga menjadi momen tersendiri bagi warga sekitar pasar senggol, khususnya warga jalan Jambu Kota Parepare.

Diketahui Nurdin Abdullah berasal dari Kota Parepare, menyelesaikan pendidikannya hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga kemudian melanjutkan pendidikan di Kota Makassar. (*)
Editor     : Jumardi Ramling
Banner Ops Zebra Polres Bone