Tersentuh dan Tak Bisa Tidur Nyenyak, Kombes Pol Dicky Sondani Datangi Jannah Anak Miskin Penderita Lumpuh Layu

- Rabu, November 08, 2017
advertise pemkab bone
Tersentuh dan Tak Bisa Tidur Nyenyak, Kombes Pol Dicky Sondani Datangi Jannah Anak Miskin Penderita Lumpuh Layu

BONEPOS.COM, MAKASSAR - Selepas Shalat Dzuhur di Mapolda Sulsel, Kabid Humas Polda Sulsel Dicky Sondani terlihat bergegas menuju kendaraannya dan berangkat ke tempat tinggal Jannah (9), penderita lumpuh layu beralamatkan di Jalan Andi Mangerangi, Lorong 11, Kelurahan Bongayya, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Rabu 8 November 2017.

Dengan membawa sejumlah bahan kebutuhan pokok dan peralatan dapur langsung menemui Riri (35), seorang ibu rumah tangga yang merupakan ibu dari Nurjannah atau akrab disapa Jannah.

Riri diketahui merawat seorang diri Jannah semenjak suaminya, Yan Affandi (43) merantau mencari kerja ke Jakarta. Tanpa ada sedikit pun sumber penghasilan, ia berupaya tegar merawat dua anaknya seorang diri, termasuk si sulung, Nurjanah.

“Awalnya, dia (Nurjanah) lahir normal. Tapi tiba-tiba terkena demam tinggi dan step saat berusia satu tahun. Yah beginilah setelahnya", tutur Riri kepada Kabid Humas bersama sejumlah awak media yang menemani.

Untuk makan, keluarga ini lebih sering menerima sepupu yang datang membungkuskan nasi. Selain tak punya penghasilan, Riri juga tak bisa berbuat apa. Untuk masak saja harus mengumpulkan kayu bakar, tak ada kompor.

Uang yang dapat dikumpulkan dalam sebulan juga jumlahnya tidak pasti dan jauh dari kata cukup, hanya sekitaran lima puluhan ribu. Jadi jangankan untuk berobat untuk kesehariannya saja jauh dari cukup.

Kefakiran ini juga terlihat dari kondisi tempat tinggalnya sangat tidak layak huni dan sangat kecil, terkadang air masuk ke dalam rumahnya akibat atap bocor.

Sedangkan anaknya hanya terbaring kaku diatas lantai semen beralaskan tikar plastik usang, itupun pemberian dari tetangganya yang prihatin melihat kondisinya.

Satu hal yang layak dicontoh ialah ia mengaku pantang untuk mengemis meskipun hanya untuk makan, baginya itu sama sekali bukan perbuatan mulia. Ia mengaku hanya bisa pasrah sambil terus menaikkan doa.

Menurutnya, merawat anak merupakan amanah yang harus dijalankan meski dalam keterbatasan. Belas kasih dari kerabatnya yang terkadang muncul menjadi satu-satunya sumber ia menghidupi anaknya itu.

Dan hari ketika doanya mulai terkabul sudah mulai nampak, Riri sendiri terlihat diliputi keharuan menerima bantuan hari ini. Dan berharap muncul dermawan lainnya yang dapat membantu meringankan bebannya, terutama bagi kesembuhan Jannah. Sebelumnya Andi Amin Tamatappi juga telah memberikan bantuan berupa atap seng dan lantai semen.

Kabid Humas dihadapan wartawan mengaku semenjak dirinya menerima informasi ini merasa tersentuh dan kerap susah untuk beristirahat. Sekarang hatinya sedikit lega setelah membantu meringankan bebannya dan berjanji akan memberikan tempat tidur yang layak, tidak lagi di tanah beralaskan tikar.

“Tidak usah lah kita mencari orang yang kesusahan dan dilanda kemiskinan ternyata di sekitar kita pun ada. Mari bersama kita membantu meringankan beban yang malang. Semoga Jannah dapat diberikan kesembuhan” ujar Dicky Sondani dengan mata berkaca-kaca.

Dirinya juga mengajak untuk bersyukur akan apa yang ada pada masing-masing, kesehatan, keluarga dan bisa makan tidur yang layak adalah sebuah anugerah yang tak ternilai.

Editor : Jumardi Ramling
Banner Ops Zebra Polres Bone