Bermodalkan Jampi-jampi, Pria di Bone Ini Tipu Warga Hingga Rp 600 Juta

| 17 Desember 2017 | 03.49 WIB
Kali Dibaca

Bagikan:
Pria di Bone Ini Tipu Warga Hingga Rp 600 Juta
Arif Alias Arife, 44 tahun saat diamankan di Mapolres Bone, Sabtu, 16 Desember 2017. (BONEPOS.COM - IWAN TARUNA).

BONEPOS.COM, BONE - Bermodalkan jampi-jampi (jimat-red), seorang pria yang diduga merupakan dukun gadungan, digelandang aparat Polres Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Sabtu, 16 Desember 2017.

Pelaku yang diketahui bernama Arif Alias Arife, ini menipu sejumlah korban hingga setengah miliar rupiah dengan mengaku bisa melancarkan rezeki korban.

Pria 44 tahun tersebut, diringkus tim Resmob dan Satuan Opsnal Intelkam Bone, dikampungnya di Desa Desa Waempubbu, Kecamatan Amali, Bone, Sabtu dini hari.

Kapolres Bone, AKBP Kadarislam Kasim mengatakan, pelaku ditangkap atas adanya laporan delapan orang warga di Lingkungan Bonto Lenre, Kelurahan Watang Palakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Bone.

Modus Pelaku
[CUT]
Barang bukti yang diduga hasil kejahatan pelaku diamankan di Mapolres Bone (BONEPOS.COM - IWAN TARUNA).

"Jadi pelaku ini berpura-pura sebagai orang yang bisa memperlancar rezeki. Kalau mau usahanya lancar korban harus menyetor uang kemudian diberi jampi-jampi," kata Kadarislam kepada Bonepos.com.

Dijelaskannya, seiring berjalannya waktu, usaha dagang yang tengah digeluti korbannya tidak mengalami peningkatan, sehingga korban pun meminta pertanggungjawaban pelaku.

"Korban sudah berulang kali datang menagih namun dijanji-janji saja, akhirnya korban keberatan dan melaporkan hal ini," jelasnya.

Barang Bukti Lainnya 
[CUT]

Barang bukti buku tabungan, handphone, kunci mobil dan uang tunai dari hasil kejahatan pelaku diamankan di Mapolres Bone (BONEPOS.COM - IWAN TARUNA).

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku lanjut Kadarislam, diantaranya uang tunai Rp 23 juta, 5 buah buku tabungan, 8 unit mobil, 9 unit motor, 4 buah handphone, serta 68 lembar bukti slip transaksi bank.

"Total kerugian para korban mencapai Rp 600 juta dan saat ini pihak kami tengah melakukan penyelidikan lebih jauh terkait kasus ini," tegas Kadarislam.





Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Risal Saleem
Bagikan:
KOMENTAR
TERKINI