oleh

Perbaikan Bandara Kaltara Dapat Anggaran 1 Triliun

-News-786 views
Bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor.

BONEPOS.COM, TANJUNG SELOR – Salah satu upaya pemerintah dalam meretas batas pinggiran negara adalah membangun jalur transportasi baik darat, udara maupun laut. Sebelumnya, pemerintah telah melakukan pembangunan Tol Laut di sejumlah titik. Tahun ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali merencanakan pembangunan Tol Udara.

Untuk Kalimantan Utara (Kaltara), pemerintah pusat mengalokasikan Tol Udara di 2 tempat, yaitu Long Apung (Kabupaten Malinau) dan Long Bawan (Kabupaten Nunukan). “Tol Udara sudah dibahas di pusat. Kaltara mendapat alokasi 2 tempat Tol Udara di wilayah perbatasan, ujar Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, baru-baru ini.

BNNK BONE

Keberadaan Tol Udara di wilayah perbatasan diyakini mampu mempermudah arus keluar-masuk barang di wilayah perbatasan. Dengan adanya Tol Udara di wilayah perbatasan Kaltara, beban masyarakat perbatasan akan semakin berkurang, juga dapat meningkatkan daya beli masyarakat karena harganya murah, kata Irianto.

Gubernur berharap tak hanya 2 Tol Udara, namun minimal 5 Tol Udara dapat terealisasi di Kaltara. Yakni, di wilayah Long Bawan, Long Apung, Pujungan, Data Dian, dan Long Alango. Untuk saat ini, pemerintah pusat baru mengalokasikan 2 tempat saja. Jika program ini berhasil, tentu akan diusulkan penambahan rute baru, sebut Gubernur.

Tol Udara sendiri, sebenarnya mirip dengan program Tol Laut yang dicanangkan Kementerian Perhubungan yang bertujuan untuk mendukung aktivitas logistik ke wilayah timur Indonesia dengan mengandalkan jalur laut.

Sementara Tol Laut, diinisiasi untuk meningkatkan konektivitas barang dan orang di kawasan terpencil yang sulit diakses dengan jalur darat dan air. Saat ini, kementerian masih mengkaji proyek tersebut untuk wilayah Papua. Sasarannya, adalah pemerataan harga barang di wilayah timur Indonesia. Karena sejauh ini, disparitas harga barang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah lantaran urusan logistik yang masih menuai banyak tantangan untuk menuju ke daerah terluar, terpinggir dan tertinggal (3T). Harga barang di wilayah timur dan sentral Indonesia perbedaannya masih terpaut jauh sehingga pemerataan masih harus jadi konsen pemerintah.

Sejurus dengan rencana Tol Udara, pemerintah juga berencana meningkatkan kualitas bandara yang ada di Kaltara. Di antaranya, Bandara Long Apung, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Malinau dan Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

“Di kedua bandara itu, akan dilakukan peningkatan kekerasan landasan pacu sesuai standar yang telah ditetapkan. Targetnya, kedua bandara di wilayah perbatasan itu mampu didarati pesawat jenis Avions de Transport Regional (ATR)-42 pada tahun ini. Kalau panjang landasannya sudah memenuhi standar. Hanya saja kekerasan aspal pada landasan pacunya yang harus kita sesuaikan dengan standar, agar dapat didarati pesawat jenis ATR-42,” ungkap Gubernur.

Dana yang digunakan untuk perbaikan dua bandara tersebut diserap dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 1 triliun.

“Dana sebesar Rp 1 triliun melalui APBN itu, sedianya dialokasikan untuk pengembangan 6 bandara di Kaltara. Yakni Bandara Long Bawan, Long Apung, Bandara RA Bessing di Malinau, Bandara Nunukan, Bandara Juwata Kota Tarakan, dan Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor,” urai Irianto.

Pengembangannya, jelas Gubernur meliputi, pekerjaan fisik infrastruktur bandara yang diperbaiki dan pembebasan lahan. Misalnya, kata Irianto, Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan, tidak hanya dilakukan pembangunan fisik, tetapi juga akan dilakukan pembebasan lahan.

“Sesuai dengan hasil rapat belum lama ini, pihak otoritas bandaranya, bersedia menganggarkan pembebasan lahan itu, sehingga dapat segera dikerjakan pengembangannya,” jelas Gubernur.

Progressnya, Bandara Nunukan saat ini fisiknya sudah diselesaikan, namun pembebasan lahannya belum selesai. Kemudian di Malinau panjangnya sudah 1.600 meter, selain pembebasan lahan, pekerjaan fisik infrastrukturnya juga diperbaiki.

Sedangkan untuk Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor, saat ini panjangnya sudahJumardi:
1.600 meter. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berencana menambah panjang landasan pacu bandara tersebut menjadi 1.850 meter. Namun, saat ini masih terbentur pada pembebasan lahan karena Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bulungan harus direvisi.

Belum lama ini juga sudah kita bahas dengan Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Bulungan. Kalau pembebasan sudah selesai, anggaran fisiknya sudah bisa berjalan. Seperti pembuatan apron, perpanjangan landasan pacu dan lainnya. Kalau untuk RTRW Provinsi sudah jadi, tinggal RTRW Kabupaten yang akan menyesuaikan, tuntas Irianto.

Penulis   : JumardI Ramling
Editor     : Risal Saleem

Komentar

News Feed