oleh

Terungkap, Ternyata Ini Alasan Oknum Kades di Bone Korupsi Dana Desa

-Bone-1.579 views
Terungkap, Ternyata Ini Alasan Oknum Kades di Bone Korupsi Dana Desa
Kepala Desa Maddanrengpulu, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Nur Alam sesaat sebelum dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Bone. (BONEPOS.COM-ISTIMEWA).


BONEPOS.COM, BONE – Kepala Desa Maddanrengpulu, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Andi Nur Alam, harus merasakan dinginnya kehidupan di balik jeruji Polres Bone. Dia resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi.

Nur Alam terseret kasus penyalahgunaan dana desa pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016. Dimana dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 463.082.050,- (empat ratus enam puluh tiga juta delapan puluh dua ribu lima puluh rupiah).

BNNK BONE

“Setelah diaudit, perbuatan pelaku merugikan negara sebanyak Rp 463 juta. Atas perbuatannya tersebut, pelaku memperkaya diri sendiri,” kata Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim kepada Bonepos.com, Senin, 29 Januari 2018 kemarin.

Baca Juga: Korupsi Dana Desa Ratusan Juta, Kades di Bone ini Ditahan Polisi

Dia menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan, tersangka Nur Alam mengakui kalau dana ratusan juta itu dihabiskannya untuk membiayai kuliah S2 di Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar, dan sebagaiannya lagi diuganakan untuk keperluan pribadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Nur Alam resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan secara maraton oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Polres Bone, serta pemeriksaan kesehatan oleh tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Bone.

Datang ke memenuhi panggilan penyidik, Nur Alam didampingi oleh kuasa hukumnya yakni Andi Harun. Nur Alam datang dengan mengenakan pakaian warna dinas warna Khaki, namun setelah resmi ditahan, Dia harus mengenakan baju berwarna orange, baju khas tahan Polres Bone.

Penulis   : Iwan Taruna
Editor     : Risal Saleem

Komentar

News Feed