oleh

Soal Munculnya Berita Hoaks, Begini Kata Ketua IWO

-News-827 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Jodhi Yudono menilai beredarnya berita hoaks lantaran adanya ketidakpercayaan masyarakat terhadap media-media saat ini, dimana terindikasi sudah dimanfaatkan oleh kepentingan politik.

“Saya menilai, saat ini media tidak lagi independent, sehingga munculah sekarang citizen jurnalisme (jurnalis warga) yang bisa menyampaikan sesuatu,” kata Jodhi dalam Diskusi Media Di Hall Dewan Pers, Jakarta Senin, 26 Maret 2018.

BNNK BONE

Karenanya ketika dia dipercaya untuk mengemban amanah menjadi Ketua Umum IWO pada September 2017 lalu, Dia meminta kepada wartawan dan media yang tergabung kedalam IWO untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat yang bersikap kritis, dan independen dengan membangun peradaban manusia.

“Karena itu, ini saatnya mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pers, dengan membangun peradaban dan dunia kemanusian,” ujar Jodhy dalam diskusi yang mengangkat tema “Menakar Upaya konkret Media Online Dalam Melawan Hoax dan Politisasi SARA Untuk Persatuan NKRI” itu.

Baca Juga: Audiens ke Ketua KPU Sulsel, IWO Komitmen Lahirkan Pilkada Tanpa Hoax

Wartawan senior yang sudah 25 tahun mengabdi di Grup Kompas itu, menilai bahwa, di era teknologi saat ini berita-berita hoaks dengan cepat menyebar. Oleh karena itu, jurnalis perlu meningkatkan kualitas pemberitaan guna menangkal berita provokatif, ujaran kebencian dan hoaks.

“Hindari politisasi sara guna membangun keutuhan dan persatuan NKRI, sebab, saat ini kepentingan politik sangat tinggi ditengah Pilkada serentak saat ini,” ucap dia.

Selain Jodhi, turut serta menjadi narasumber, yakni Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Auri Jaya dan Direktur Eksekutif Komunikoten/Institue Media Sosial dan Diplomasi Hariqo Wibawa Satria, serta Kompol Bayu dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri.

Dalam diskusi tersebut, Auri mengatakan bahwa peran konkret dan tanggung jawab organisasi media online dalam menangkal berita provokatif, hoaks hingga berujung pada politisasi, harus melibatkan semua pihak, apalagi jika mengandung isu SARA.

Oleh karena itu, untuk mencegah kabar bohong itu, media harus teliti dalam mencari narasumber dan jangan asal mengutip dari media sosial (medsos), sebab, ada berita yang sumbernya dari media sosial, sehingga tidak bisa dipertanggungjabkan.

“Ya kalau sumber dan faktanya tidak bisa dipertanggungjawabkan tidak bisa dijadikan narasumber. Kalaupun mengutip dari medsos, harus jelas identitas dari akun medsos tersebut, sebab banyak para politikus sekarang mengunakan medsos untuk menyampaikan suaranya,” ujar wartawan Jawa Pos Grup itu. (*)

Komentar

News Feed