oleh

Unggulkan NA, Survei IPO UIN Terkesan Dipaksakan

-Politik-3.740 views

BONEPOS.COM, MAKASSAR – Hasil survei Laboratorium Ilmu Politik (IPO) UIN Alalauddin yang mengunggulkan pasangan calon Pilgub Sulsel nomor urut tiga, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS), disoroti banyak pihak. Diyakini banyak hal mengganjal terkait survei politik itu.

Salah satu sorotan muncul dari Andry Arief Bulu, jurubicara (jubir) paslon Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-Tanribali). Andry Arief Bulu mengatakan, data yang digunakan pada survei yang berlangsung dari Januari hingga Maret tersebut tidak sesuai dengan kaidah ilmiah.

BNNK BONE

“Lokasi survei (tersebut) sangat terbatas, hanya ruang lingkup fakultas di UIN, serta swing votersnya mencapai 40 persen,” kata Andry ketika ditanya wartawan, Jumat 13 April 2018

Lanjutnya, dalam survei itu masih banyak mahasiswa yang belum mengetahui akan digelarnya pemilihan gubernur. Karena itu, Andry meyakini bahwa hasil suervei tersebut dipaksakan, tidak sesuai kaidah ilmiah atau keluar dari jalur lembaga survei pada umumnya.

“Datanya memang hasil riset, tapi kami melihat prematur. Andai mereka bersabar sampai bulan Mei, pasti hasilnya jauh berbeda,” jelas Andry.

Sorotan serupa juga disampaikan Risman Pasigai, jubir paslon Nurdin Halid-Aziz Qahar Mudzakkar (NH-Azis). Risman bahkan meminta kepada pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (ASS) untuk berhenti melakukan pencitraan melalui lembaga survei.

“Berhentilah pihak Nurdin Abdullah (NA) melakukan pencitraan melalui lembaga survey,” tegas Risman.

“Itukan lembaga survei yang dipesan oleh pihak NA, semua orang tau itu akaI-akalan saja itu, datanya ndak jelas,” sambungnya.

Sebelumnya, Laboratorium Ilmu Politik (IPO) UIN merilis hasil survei paslon Pilgub Sulsel 2018 di Ruang Lecture Theater, Fakultas Filsafat, Ushuluddin, dan Ilmu Politik, UIN Alauddin Makassar, Gowa, Kamis 12 April 2018

Hasil research Akademis ilmu Politik UIN Alauddin Makassar ini menempatkan posisi pasangan pasangan NA-ASS sebagai pasangan dengan hasil survei tertinggi secara elektabilitas.

Pembimbing penelitian Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar, Reski Reskianti, mengatakan, survei tersebut dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang sifatnya Out of Mind (secara tiba-tiba).

“Jadi, hasil survei elektabilitas di atas, semua pertanyaan yang dilakukan secara tiba-tiba atau out of mind,” ungkap Reskianti.

Komentar

News Feed