oleh

Fahri Hamzah Viralkan Tagar Jokowi Gagal Nyapres, Ada Apa?

-News-731 views

BONEPOS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dikenal fenomenal dan tidak jarang memunculkan hal kontroversial ditiap kritikannya.

Kali ini, Ia mengemukakan peluang gagalnya Joko Widodo bertarung di Pilpres 2019 mendatang sangat mungkin. Lantaran tiga hal, sebut Fahri Hamzah.

BNNK BONE

Diantaranya, karena kebanyakan Joko Widodo yang tak ditepati. Kedua, ulah relawan Jokowi yang buat ulah. Serta konflik parpol yang mendukung Joko Widodo.

@Fahrihamzah: Ijin Malam2 menulis kembali alasan ke-3 kenapa incumbent pak #JokowiGagalNyapres . Alasan pertama karena kebanyakan #Janji2Jokowi yg tak ditepati dan yang ke-2 adalah karena ulah #RelawanJokowi yg bikin masalah.

Alasan ketiga adalah #KonflikParpol yang mendukung jokowi.  Sebab, tidak bisa dihindari fakta bahwa di atas kertas memang yang menjadi koalisi jokowi memang paling banyak. Parpol yang masuk kabinet ada 7 dan tidak termasuk partai relawan.

Fahri Hamzah kemudian mengungkapkan sejumlah parpol pendukung Joko Widodo memanfaaatkan elektabilitas petahana ini untuk menaikkan popularitas partai.

Menurut Fahri Hamzah, parpol di kubu Joko Widodo berupaya merebut perhatian sebagai partai presiden.

Hal tersebut, menurut Fahri Hamzah akan jadi bibit konflik tajam yang berdampak negatif terhadap koalisi yang terbangun.

@Fahrihamzah: Parpol pendukung jokowi ini sekarang sadar bahwa jika mau punya nama maka jual lah yang punya nama. Dan sekarang incumbent adalah “merek dagang” yang paling terkenal bagi parpol sehingga apabila nama itu didekatkan maka parpol akan mendapatkan efek popularitas.

Saking berebut mendapatkan nama maka berebut pula menjadi partainya presiden. Inilah yang kemudian menjadi awal konflik yang semakin tajam. Konflik ini bisa memiliki efek negatif bagi presiden sehingga ditinggal dan lari ke lain hati. #JokowiGagalNyapres

Konflik ini sekarang ada di belakang layar dan sesekali muncul tanpa terasa. Terutama di antara partai besar. Sementara 3 partai yang paling agresif memanfaatkan presiden adalah partai kuning, partai biru dan merah baru….ada apa dengan partai merah? #JokowiGagalNyapres

Demikiankah faktanya. Tapi apakah itu akan membuat presiden makin bayak pendukung atau malah todak dapat? Saya mau Ambil contoh: Tengku Erry incumbent di Sumatera utara.  Awalnya dia paling banyak ke dukung tapi akhirnya gagal tidak dapat tiket.

Orang lupa, bahwa presiden sekuat apapun dia tapi tidak membubuhkan tanda tangan dalam pencalonan. Oleh sebab itu, apabila parpol salah paham maka semua bisa beralih kepada lain hati. Inilah ancaman bagi incumbent. #JokowiGagalNyapres.

Hal tersebut, dikemukakan Fahri Hamzah melalui twitternya, sekitar 12 jam yang lalu.

(Asran Siara)

 

Komentar

News Feed