Inilah 13 Hikmah Peristiwa Mahatir Mohamad Tumbangkan Rezim di Malaysia

Int

Kesepuluh; media haruslah objektif bukan untuk mencari keuntungan sementara. Berbagai-bagai media yang pro pemerintah selama ini telah ditinggalkan oleh masyarakat sehingga diperkirakan media-media tersebut akan rugi dan atau akan menjadi penjilat kepada tuan mereka yang baru pula.

Kesebelas; petinggi negara harus menganggap kerja sebagai ibadah kepada Allah. Jangan melanggar hukum manusia dan hukum Allah. Kemungkinan akan banyak petinggi negara yang selama ini bertindak di luas kerangka konsep trias politica akan diganti setelah ini. Mereka yang korup, dzalim dan menyalahgunakan kekuasaan akan segera dihukum dan diganti dengan mereka yang lebih baik.

Kedua belas; pengusaha harus menghargai rakyat sebagai konsumen yang membuat mereka jadi kaya selama ini, bukan penguasa ataupun partai. Para toke yang selama ini memberi orang politik biaya yang banyak untuk kampanye agar mereka dapat proyek pemerintah, akan rugi besar dan akan mengancam masa depan bisnis mereka selepas ini.

Ketiga belas; jangan melawan guru karena dalam dunia persilatan dikatakan guru akan menyimpan satu dua ilmu yang tidak diajarkan sebagai senjata jika suatu hari muridnya melawan guru. Perdana menteri Malaysia (PM) sebelum ini telah melawan gurunya dengan berbagai-bagai cara –yang boleh dikatakan– mendurhakai pada gurunya. Walaupun PM yang lama telah berguru pada PM yang baru puluhan tahun lamanya, namun nampaknya sang guru tidak mengajarkan semua ilmunya.

Jika dilihat dari masalah yang membuat rakyat Malaysia marah –hingga membuat tumbangnya penguasa lama– dan mengganti pemerintah mereka hampir sama dengan masalah yang berlaku di Indonesia saat ini, di mana dominasi investasi China berserta tenaga kerjanya terjadi, penyalahgunaan kekuasaan, melanggar konsep trias politica dan sebagainya yang diuraikan di atas.

Sementara kedudukan PM sebelum ini yang didukung oleh minoritas hampir sama dengan Jokowi yang hanya mendapat 70. 997. 833 (37 %) suara dibadingkan 119. 309.301 rakyat tidak memilihnya (hampir 63%) dengan perincian 62 juta pemilih prabowo dan 57 juta Golput.) pada pilpres 2014.(Hidayatullah)

Selanjutnya 1 2 3 4 5